Skip to main content
bupati karo Terkelin didampingi OPD terkait melakukan pemotongan pita ditandai  pengecekan kesiapan  ambulance bantuan dari kemenkes RI sebanyak 17 unit untuk puskesmas, sudah dapat dioperasikan  dan bupati karo mengemudikan salah satu kendaraan ambulance BK 1988 J keliling kota berastagi dan Kabanjahe.(TO/ist)
Bupati Karo Terkelin Didampingi OPD Terkait Melakukan Pemotongan Pita Ditandai Pengecekan Kesiapan Ambulance Bantuan dari kemenkes RI Sebanyak 17 Unit Untuk Puskesmas, Sudah Dapat Dioperasikan dan Bupati Karo Mengemudikan Salah Satu Kendaraan Ambulance BK 1988 J Keliling Kota Berastagi dan Kabanjahe.(TO/ist)

Nakes Pantau Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Karo, Tuntasonline.Com - Tenaga Kesehatan (Nakes) lakukan pemantauan kesehatan masyarakat di Kabupaten Karo melalui Puskesmas Keliling (Pusling). Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

Namun, seirama ini sarana  pusling belum maksimal meladeni pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdapat di 17 kecamatan se-kab. Karo, sebab sarana dan prasarana  pusling yang tersedia saat ini, kondisinya cukup memprihatinkan, diantara pusling yang tersebar di 17 kecamatan semuanya sudah rata rata umurnya 12 tahun, hanya ada 2 unit yang umurnya 2 tahun. 

Kondisi ini, mengamanatkan UU No . 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan permenkes 75 thn 2014 bahwa setiap puskesmas mempunyai 1 pusling dan 1 ambulan, dasar ini pihak kemenkes RI memberikan sarana dan prasarana bantuan mobil ambulance sebanyak 17 unit. Demikian dikatakan kadis kesehatan Drg. Irna safrina Meliala saat mendampingi bupati karo melakukan gelar apel kendaraan ambulance yang diterima dari kemenkes RI guna  pengecekan kesiapan operasiinal ambulance, Rabu (18/9) pukul 09.00 wib  di halaman kantor Bupati. 

Turut hadir acara gelar kesiapan ambulance ini  staf ahli Mulia Barus, Asisten 3 adminitrasi Mulianta Tarigan, Kepala Bappeda Ir. Nasib Sianturi M.Si, dan para Kapus se-kabupaten Karo. 

Menurut Irna, ini semua terkabul bukan melalui proses pengajuan  proposal, akan tetapi mengedepankan faktor lobi  ke Kementerian RI,caranya saat itu saya  loby bagian  perencanaan di kemenkes RI, cukup melelahkan, tapi lelah itu hilang ketika ambulance yang dibutuhkan oleh pemda kabupaten Karo untuk sarana transportasi pelayananan membawa pasien.

Hadirnya ambulance ini, maka untuk pusling yang ada di  puskesmas tetap  dioperasionalkan sepanjang pusling masih dapat dijalankan, bukan berarti pusling dikesampingkan penggunaannya, dan tentu hal ini pemda karo Berterimakasih kepada kemenkes RI belum ada Kabupaten lain diberikan Randis (kendaraan dinas) ambulance banyaknya seperti ini, tandas Irna. 

Penyaluran Ambulance ini berpedoman dari dana DAK, terdiri dari 12 unit Ambulance single Gardan Rp. 4.697.520.000, Ambulance double Gardan 3 unit, dana sebesar Rp 1.569.355.500, sedangkan pusling 2 unit anggaran Rp 782.920.000, total keseluruhan 17 unit Rp. 7.049.795.500. 

Alokasi ambulance dan Pusling transport single Gardan puskesmas Kabanjahe, Berastagi, Korpri, Singa,  Dolat rakyat,  Barusjahe,  Tiganderket, Tigapanah, Merek, Naman teran, Payung, Simpang empat. 

Sedangkan ambulance Transport double Gardan Puskesmas Tiga Binanga, Lau baleng dan Puskesmas Mardingding, kemudian Puskesmas keliling Single Gardan diperuntukkan di puskesmas Kabanjahe dan Puskesmas Munte.

Sementara Bupati karo Terkelin Brahmana  saat mengecek  kesiapan kendaraan ambulance yang telah diberikan oleh kemenkes RI dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan di puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan kab karo, sangat kita apresiasi apa yang diberikan oleh kemenkes RI ini.

Patut kita bersyukur, adanya kepedulian Kemenkes RI tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan khususnya dinas kesehatan yang terus melakukan upaya lobi lobi, meyakinkan kemenkes RI agar Randis ambulance disalurkan ke Pemda karo, memenuhi ini, kita apresiasi dinas kesehatan  yang sudah gigih terus menggolkan ini, tentu  saya selaku pimpinan ada catatan khusus dalam penentuan "Reward and Punishmen," ucapnya.

Untuk itu dengan hadirnya kendaraan  ambulance ini, barang tentu kita harapkan pelayanan kesehatan di setiap puskesmas harus menjadi lebih prima dan etos kerja semakin meningkat, baik pelayanan kepada masyarakat dan saat pasien membutuhkan tidak ada lagi alasan, saat merujuk pasien, jadi ambulance harus  siap dalam 1x24 jam, tandas Terkelin Brahmana.

Sering kali gampang menerima sesuatu, baik bantuan maupun hibah atau apapun bentuknya, setelah ada, lupa akan perawatannya, untuk itu saya menegaskan jagalah kendaraan dinas ambulance ini dengan baik baik, peliharalah dan rawat sebaik mungkin, adakan biaya rutin dan pemeliharaan, imbuh bupati.

Disamping itu saya minta dinas  kesehatan dan para Kapus (kepala puskesmas) jangan menyalahgunakan ambulance ini, tapi pergunakan sesuai aturan yang ada, pungkasnya.(Rekro Trgn)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size