Skip to main content
Tokoh Pemuda Labuhanbatu Minta Pemkab Tertibkan Sumur Bor Tanpa Izin
Tokoh Pemuda Labuhanbatu Minta Pemkab Tertibkan Sumur Bor Tanpa Izin

Tokoh Pemuda Labuhanbatu Minta Pemkab Tertibkan Sumur Bor Tanpa Izin

Labuhanbatu, Tuntasonline.com - Nasir Wadiansan Harahap, SH, sebagai salah satu tokoh pemuda Labuhanbatu dan praktisi hukum sangat menyesalkan dan mengharapkan agar pemkab Labuhanbatu agar menertibkan pengeboran sumur bor yang di grenn spa tanpa adanya mengantongi izin.

"Karena kalau banyaknya sumur bor di Labuhanbatu mampu meningkatkan pendapatan daerah (PAD), tetapi perlu kita sadari bahwa pengeboran air bawah tanah perlu kajian lingkungan untuk menghindari kerusakan lingkungan, seperti yang di Grenn Spa tersebut," ujarnya.

"Saya pikir sudah semestinya pemkab Labuhanbatu menertibkan pengeboran air bawah tanah yang tidak memiliki izin dengan berkordinasi dengan dinas ESDM wilayah IV," lanjut Nasir yang sering di sapa Lacin Lacin tersebut Rabu (11/09/2019).

Di tempat yang sama, KTU Cabang Wilayah IV, Dinas ESDM Sumut, Zulkifli Perangin angin ketika ditemui wartawan menegaskan untuk pengeboran yang terletak di depan Green SPA Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu belum pernah mengajukan izin kekantor kita.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu H, Kamal Ilham SKM, MM, melalui Kabid penaatan pelaksana tugas Parlindungan Tanjung mengatakan, "Kalau pengeboran sumur bor yang di grenn spa itu bisa saja merusak lingkungan karena kapasitas air yang di butuhkan apakah sesuai dengan peraturan yang ada," ucapnya.

Di tempat yang sama kasi kajian dampak lingkungan dinas lingkungan hidup Kabupaten Labuhanbatu Ardi Siregar mengatakan,

"Pengambilan air bawah wajib harus ada izinnya, Supaya mengurus izin pengambilan air bawah tanah, dari izin itu berapa volume air tanah yang di ambil dari situ lah kita buat dan tentukan dokumen nya apakah surat pernyataan pengelolaan lingkungan hidup (SPPL) atau upaya pengelolaan lingkungan hidup atau upaya pemantauan lingkungan hidup (UKLUPL)," tutupnya. (Paris)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size