Skip to main content
'Harm Reduction' Diimplementasikan ke Sekolah
'Harm Reduction' Diimplementasikan ke Sekolah

'Harm Reduction' Diimplementasikan ke Sekolah

Labuhanbatu, Tuntasonline.com - Implementasi Kebijakan Harm Reduction Untuk Meningkatkan Moral Knowing Siswa Tentang Narkotika di SMA Negeri 1 Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara Propinsi Sumatera Utara dan SMA Negeri 1 Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Propinsi Sumatera Utara Jum'at (23/08/2019).

Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh DRPM Ristekdikti Pendanaan Tahun 2019 Indra Kumalasari Munthe, SH., MH., Dosen Ilmu Hukum, STIH Labuhan Batu Ika Chastanti, S.Si., M.Pd., Dosen Pendidikan Biologi,  STKIP Labuhan Batu
Muhammad Yusuf Siregar, S.HI., MH., Dosen Ilmu Hukum, STIH Labuhan Batu mengatakan bahwa Narkotika merupakan salah satu obat atau zat alami yang dapat menyebabkan turunnya kesadaran, menghilangkan rasa sakit dan perubahan kesadaran yang menimbulkan ketergantungan secara terus menerus. 

Undang Undang Mengenai Narkotika telah tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2009. Menurut data BNN (2018), penyalahguna narkotika di kalangan siswa semakin meningkat.

"Salah satu implementasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyalahguna narkotika adalah dengan menerapkan kebijakan harm reduction di sekolah," ucapnya.


Lebih lanjut, Harm Reduction adalah pendekatan yang pragmatis dan humanisti untuk mengurangi kerusakan secara individu maupun sosial, terutama yang berkaitan dengan penggunaan  Narkoba dan zat psikotropika. 

Kebijakan Harm Reduction Peraturan Menko Kesra No.2/2007 tentang Kebijakan Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS melalui Pengurangan Dampak Buruk Pengguna Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif Suntik dan Peraturan Menteri Kesehatan No 55 Tahun 2015 Tentang Pengurangan Dampak Buruk pada Pengguna NAPZA Suntik. Selain dengan penerapan kebijakan harm reduction, 

Moral Knowing siswa tentang narkotika juga perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman moral siswa tentang narkotika sehingga terbentuk karakter siswa untuk menjauhi narkotika.

Salah satu implementasi Harm reduction untuk meningkatkan Moral Knowing siswa tentang narkotika adalah dengan menggunakan konseling Cognitive Behaviour Therapy dan Pendidik Sebaya dengan metode Brainstorming.  

Konseling Cognitive Behaviour Therapy  diterapkan di SMA Negeri 1 Kualuh Hulu dan Pendidik Sebaya ini diterapkan di SMA Negeri 1 Kualuh Selatan karena sekolah ini memiliki SPK atau biasa disebut dengan genre. 

Genre ini bergerak di bidang Kependudukan dan Narkoba. 
Konseling Cognitive Behaviour Therapy merupakan teknik konseling yang bisa diterapkan untuk penyalahguna narkotika. Konseling CBT ini mengubah pikiran yang irasional menjadi rasional dengan melakukan distorsi pemikiran yang negatif menjadi positif.

tahap konfrontasi merupakan tahapan yang penting dalam konseling CBT karena pada tahap ini konselor mengajak konseli untuk mengubah emosi negative menjadi postif, sehingga siswa menyadari dengan sendirinya apakah perilaku yang dilakukannya benar atau salah.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konseling Cognitive Behaviour Therapy pada siswa yang menjadi penyalahguna narkotika tipe I yaitu ganja yang menunjukkan adanya perubahan kognitif yang terdistorsi menjadi lebih rasional sehigga perilaku mengkonsumsi ganja menjadi berkurang bahkan ada yang sudah tidak mengkonsumsi ganja.

Brainstorming adalah metode yang digunakan untuk memecahkan masalah ketika setiap kelompok mengusulkan semua kemungkinan yang dipikirkan dengan cepat. Metode ini cocok digunakan untuk membangkitkan pikiran kreatif, merangsang partisipasi, mencari kemungkinan pemecahan masalah, mencari pendapat baru, 
dan menciptakan suasana menyenangkan dalam pembelajaran berkelompok. 

Tahap pelaksanaan Brainstorming yaitu (1) Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok; (2) Memberikan/Menyatakan masalah dengan jelas, pernyataan dan topic tentang narkotika ke dalam kelompok; (3) Meminta kelompok untuk mencari solusi permasalahan dengan banyak ide tetapi tidak saling menyalahkan; (4) Mendiskusikan, mengkritisi dan memperoleh jawaban prioritas serta memberi penguatan pada akhir sesi brainstorming. 

Hasil awal pelaksanaan Brainstorming di SMA Negeri 1 Kualuh Selatan berjalan dengan baik, siswa genre sudah memiliki pengetahuan tentang narkotika tetapi masih rendah di aspek perspective taking dan Self Knowledge karena Moral Knowing memiliki 6 aspek yaitu (1) moral awareness (kesadaran moral), (2) knowing moral values (mengetahui nilai-nilai moral), (3) perspective taking, (4) moral reasoning, (5) Decision making, (6) self knowledge.  Hasil akhir menunjukkan bahwa Moral Knowing  siswa tentang narkotika meningkat untuk 6 aspek tersebut. 

Pendidik Sebaya bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan Moral Knowing  siswa tentang narkotika karena dengan semakin meningkatnya penyalahguna narkotika di kalangan siswa, maka generasi bangsa akan semakin mengkhawatirkan. 

Hasil Penelitian Program Kemitraan Masyarakat yang telah kami lakukan, diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah Khususnya Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk  serius mengurangi penyalahguna narkotika di kalangan siswa. 

Pengurangan penyalahguna narkotika bukan hanya dengan Penyuluhan dan Sosialisasi kepada siswa tetapi seharusnya lebih meningkatkan Pengetahuan Moral siswa tentang narkotika agar siswa memiliki pengetahuan yang baik untuk mengatakan “Tidak” pada Narkotika, tandasnya, (Paris)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size