Skip to main content
MH Gugurkan Praperadilan Terdakwa OTT LSM Kepahiang
MH Gugurkan Praperadilan Terdakwa OTT LSM Kepahiang

MH Gugurkan Praperadilan Terdakwa OTT LSM Kepahiang

Bengkulu, Tuntasonline.com — Hari ini Pengadilan Negeri Kabupaten Kepahiang menggelar sidang Praperadilan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang beberapa waktu lalu dengan pemohon S selaku Ketua DPC LSM Badan Peneliti Aset Negara Kabupaten Kepahiang dan Cs selaku Ketua Divisi Advokasi dan Hukum, Senin (2/9/2019).

Dalam sidang tersebut, melalui kuasa hukumnya kedua LSM meminta kepada Majelis Hakim (MH) untuk menggugurkan kasus OTT yang dilakukan oleh Kejari Kepahiang beberapa waktu lalu terhadap pihaknya.

Permintaan tersebut diajukan Karena para pemohon menganggap, baik proses penetapan, penangkapan dan penahanan atas tersangka, hingga penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan Kejari Kepahiang tidak sesuai dengan aturan dalam KUHAP.

Setelah mendengarkan pembacaan permohonan Prapid dan jawaban termohon, Hakim Erwin Zali, S.H., M.H. selaku hakim tunggal pada Prapid menetapkan bahwa permohonan Prapid para pemohon gugur demi hukum berdasarkan Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP sebagaimana uraian termohon yang dibacakan di persidangan.

“Dimana dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh Pengadilan Negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut Gugur,” jelas Erwin Zali.

Sementara, tim Kejari Kepahiang selaku termohon yang diketuai Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan, S.H., M.H mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia.

“Kita selaku penuntut umum siap menghadapi upaya hukum yang dilakukan terdakwa. Untuk bukti tidak ada tambahan lagi sesuai yang kita limpahkan dan perkara ini akan kita buktikan di persidangan,” ucap Rusydi.

Dapat diketahui bahwa, sidang perdana kasus OTT tersebut telah digelar pada 29 Agustus 2019 lalu dengan agenda Pembacaan Dakwaan, kemudian akan dilanjutkan dengan agenda Pembacaan Eksepsi oleh penasehat hukum terdakwa pada tanggal 5 September 2019 mendatang. (Cw3)

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size