Skip to main content
S
Suasana Dialog Kebangsaan

Ramai Dibicarakan, NKRI Bersyariah Dibahas PMII Rejang Lebong

REJANG LEBONG, TuntasOnline.com - Lantaran NKRI bersyariah yang belakangan ini ramai diperbicangkan, hal ini membuat pihak pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rejang Lebong (RL) untuk menggelar dialog atau diskusi kebangsaan untuk membahas persoalan tersebut. Pada Kamis (22/08/2019), di Gedung Nahdatul Ulama (NU) RL, Jl. S. Sukowati Curup.

Kegiatan tersebut, diisi oleh beberapa Narasumber, yaitu Ketua PC NU RL, Ngadri Yusro, Ketua PD Muhammadiyah RL, Lukman Asha, Kasat Binmas Polres RL, Iptu Lilik Sucipto, Kasat Intel Polres RL, Iptu Toto Widi Hartanto dan Bati Intel Kodim 0409 RL, Peltu Ferizon.

Ketua PC NU RL, Ngadri Yusro dalam materinya menyampaikan, pastinya pihak NU sangat menolak adanya istilah NKRI bersyariah, karena yang ada adalah NKRI harga mati yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. "Untuk mengaitkan  kata Syariah di aspek kehidupan ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu dan memahami kata Syariah tersebut," ujar Ngadri

Dijelaskannya, bangsa Indonesia memiliki 4 dasar dalam bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinke Tunggal Ika dan NKRI harga mati, jika 4 dasar itu dipedomani maka tidak ada istilah NKRI syariah. Harapannya, kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhadap konsep yang dibalut dengan isu agama, karena menurutnya semua ada pada tempatnya, yakni ada aturan dalam beragama dan ada aturan bernegara.

Hal senada, disampaikan oleh Ketua PD Muhammadiyah RL, Lukman Asha, menurutnya istilah NKRI syariah itu, sengaja diciptakan oleh suatu oknum untuk mengeruhkan suasana. "Muhammadiyah tidak sepakat dengan istilah NKRI syariah, rumusan Pancasila itu sudah lengkap, tinggal bagaimana kita mempraktekkan dan menjalankannya," Tegasnya.

Sementara, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Intel, Iptu Toto Widi Hartanto menambahkan, dalam merumuskan dasar Negara Indonesia berupa Pancasila, para pendahulu tidak mementingkan ego semata, sehingga apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia semuanya tercover dalam Pancasila.

Pantauan wartawan, diakhir dialog kebangsaan tersebut, para peserta yang terdiri dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, perwakilan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Rejang Lebong tersebut sepakat menyatakan sikap untuk menolak NKRI syariah.(Cw1)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size