Skip to main content
Kantor BPN dan DPPKAD di Datangi Penyidik Kejaksaan Negeri Bengkulu. 
Kantor BPN dan DPPKAD di Datangi Penyidik Kejaksaan Negeri Bengkulu. 

Kantor BPN dan DPPKAD Didatangi Penyidik Kejari Bengkulu

Bengkulu, Tuntasonline.com — Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu mendatangi Kantor dinas Agraria dan Tata Ruang Badan Pertahanan Nasional (ART/BPN) dan Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bengkulu, Senin (12/8/2019). 

Penyidik Kejari mendatangi dua tempat ini diduga kuat berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan penyimpangan aset Pemerintah Kota Bengkulu (Pemkot) seluas 62 hektar di Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Saat diwawancarai, Kepala BPN Kota Bengkulu Adam Hawadi mengatakan "kedatangan tim Kejari tersebut konfirmasi terkait lahan Korpri Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bengkulu". 

Lanjut Adam, " Kebetulan saya baru dan kejadian itu sudah lama ya sebatas pengetahuan saya saja kan. Karna datanya juga yang kita perlihatkan itukan bentuk peta bidang, untuk memastikan terdata atau tidak butuh pengecekan kan, tim Kejari hanya konfirmasi ke saya".

Sementara itu, Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan S. H, M. H saat dikonfirmasi disela-sela Dikpim II di Semarang, Selasa (13/8/2019) membenarkan bahwa tim penyidik Kejari Bengkulu mendatangi Kantor BPN Kota Bengkulu terkait penyidikan penyimpangan aset Pemkot tersebut.

Diterangkan Emilwan, tim penyidik Kejari menemukan sejumlah dokumen di BPN Kota yang ada relevansinya dengan penyidikan dugaan penjualan aset, salah satu dokumennya yaitu sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 8 hektar lahan Pemkot yang diduga dijual oknum tidak bertanggung jawab. Sementara di DPPKAD tim Kejari berkordinasi untuk melihat apakah tanah seluas 62 hektar tersebut teregistrasi, karena pihak DPPKAD melakukan registrasi terhadap seluruh aset Pemkot baru dilakukan sejak 2008 lalu. 

Tutup Emilwan “Mereka koperatif dalam hal ini, maka dari itu kita tidak lakukan penggeledahan tapi tindakan persuasif sesuai dengan pasal 1 angka 16 KUHAP Jo pasal 38,39 KUHAP". (Cw3)

ADS1

Facebook comments

Adsense Google Auto Size