Skip to main content
T
Tampak Penggalan Chat WhatsApp Keluhan Atlet Sea Games Asal Bengkulu yang di Repost di Akun Instagram Bengkuluinfo

Gubernur Tanggapi Keluhan Atlet Sea Games Asal Bengkulu

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Akhir-akhir ini ada hal yang cukup menyita perhatian Publik Bengkulu soal postingan yang chating WhatsApp Atlet Sea Games asal Bengkulu yang mengeluhkan perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menyikapi keluhan ini, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA memberikan tanggapannya. 

Sebelumnya Screenshot Chating keluhan Atlet Sea Games ini direpost oleh Akun Instagram bengkuluinfo yang mendadak hangat dibincangkan netizen. Menurut informasi yang dihimpun atlet tersebut ialah M. Fajrie A Shabirin yang merupakan atlet karate. 

"Saya sangat kecewa dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, saya besok mau berangkat pelatnas sea games, event yang paling bergengsi se asean saja, saya tidak sangat dihargai, saya sama orang tua pontang panting cari dana untuk tiket pesawat saya, beruntung masi adaa tabungan ibu saya, dak tau min, kmi dri kemren nahan kekecawaan kami dari seleknas kmrn idak dihargoi, skrg laa pelatnas sea games dk doo nian samo sekali, dikit pun, hargoi atlit dibengkulu, gaek kami min datang nian ke koni td, dak do galo pejabat ny," pegalan keluhan yang disampaikan melalui Chating yang direpost akun Instagram bengkuluinfo. 

T

Saat dimintai tanggapan melalui via WhatsApp, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA langsung menanggapi keluhan itu melalui pesan suara atau Voice Notes (VN) pada Selasa Sore (18/06/2019). Dalam penuturannya beliau sangat merasa bangga ada anak Bengkulu yang ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia di Sea Games. 

"Pertama saya bangga dan mengucapkan selamat atas prestasi ananda yang sudah bisa ikut pra asian games, itu suatu prestasi yang sangat luar biasa," pendeknya. 

"Kedua sampai saat ini Pemerintah terutama Provinsi Bengkulu itu juga memiliki program untuk pengembangan pelatihan para atlet yang bisa membantu membawa nama baik Bengkulu dengan Cabor Potensial yang kita miliki," imbuhnya. 

Rohidin juga menilai bahwa Pembiayaan ongkos untuk keberangkatan Pelatnas yang ditanggung secara spontanitas oleh sang Atlet itu tidak mungkin terlebih level dari sang Atlet sudah mewakili Indonesia mengingat masing-masing cabor punya anggaran, perencanaan, dan program yang matang untuk atletnya. 

"Kemudian yang ketiga, kalau sudah bisa mewakili pada level Asian Games seperti ini seharusnya sudah mewakili Pemerintah Indonesia, dan tentu cabor yang membidangi tentu punya program, punya rencana, punya anggaran dan tidak mungkin saya kira secara spontanitas membiayai sendiri," ujarnya. 

Selain itu, Beliau mengakui bahwa belum ada mendapatkan laporan langsung mengenai adanya atlet Bengkulu yang mewakili Indonesia dalam Event Bergengsi tersebut. 

"Nah saya belum juga mendapat laporan langsung dari cabor yang membidangi ananda punya prestasi ini, apalagi KONI, yang selalu saya sampaikan punya program melalui anggaran yang kita alokasikan untuk membina mana cabor-cabor yang potensial untuk mendapatkan prestasi pada level nasional bahkan internasional," tambahnya. 

Beliau menambahkan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan penyampaian aspirasi melalui media apapun bahkan melalui media sosial. Karena pada prinsipnya juga Pemerintah akan senantiasa mendukung apapun upaya positif dari masyarakat untuk mengembangkan diri meraih prestasi pada level apapun. Dalam Voice Notes tersebut, Rohidin juga menceritakan salah satu contoh anak Bengkulu yang berhasil menyabet medali perak pada Sea Games di Malaysia.

"Kemudian penyampaian aspirasi melalui media sosial ini sebenarnya tidak salah, tapi didalam mekanisme Pemerintah apalagi sampai pengiriman atlet pada level Asian Games, pada level nasional saja tentu harus terencana, terprogram, tidak bisa melalui chating, melalui medsos," ungkapnya. 

"Menyampaikan keluhan-keluhan di Medsos seperti ini, bisa saja informasinya sampai, kadang-kadang dipahami berbeda-beda, atau timbul persepsi berbeda-beda. Pada prinsip saya apapun prestasi anak Bengkulu, apalagi levelnya sudah nasional tentu kita sangat apresiasi," imbuhnya. 

"Sebagai contoh ada satu anak Bengkulu yang ikut PON di Bandung namanya Kemala Fatihah mendapatkan medali yang cukup banyak dan mewakili Indonesia pada Sea Games di Malaysia dan mendapatkan perak, itu kita undang khusus ke Bengkulu, dan kita urus status kependudukannya karena dia asal Bengkulu untuk bisa mewakili Bengkulu dalam event-event olahraga dan kita urus semua, sekali lagi kalau sudah mempunyai prestasi pada level seperti itu saya kira tidak ada kesulitan-kesulitan untuk sekedar ongkos, untuk kegiatan kepelatihan, tentu dicabornya mempunyai perencanaan yang matang, tentu didukung oleh KONI, apalagi sudah mewakili pada level indonesia, tentu KONI pusat mempunyai kepentingan terhadap atlet-atlet seperti ini," tukasnya. 

Terlepas dari hal itu semua, Mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini meminta tidak ada hal yang perlu diperdebatkan lagi, karena Beliau berprinsip akan mendukung segala upaya peningkatan prestasi dalam bidang olahraga melalui program-program yang sudah dicanangkan. 

"Namun, prinsipnya kita bukan perdebatan yang perlu kita kedepankan, namun bagaimana prestasi-prestasi anak Bengkulu betul-betul tersalurkan pada jalur yang sesuai prosedur dan mendapatkan dukungan Pemerintah Bengkulu maupun Indonesia. Sekali lagi selamat buat ananda," tutupnya. (ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size