Skip to main content
Tampak
Tampak Personil dari Polda Bengkulu Melakukan Penggeledahan

Polda Bengkulu Geledah Kantor PT. Sindang Brother

LUBUK LINGGAU, TuntasOnline.com - Polda Bengkulu melalui Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu atau Satgas Pemberantasan Tipidkor, terus berupaya mengungkapkan kasus dugaan tindak pidana korupsi Preservasi Rehabilitasi jalan batas kota Kepahiang - Simpang Kantor Bupati Kepahiang – Batas Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2017 lalu terus ditindaklanjuti.

Pada, Kamis (16/05/2019), penyidik kembali melakukan penggeledahan di dua lokasi sekaligus di wilayah Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan yaitu di Kantor PT Sindang Brothers yang beralamatkan di Jalan Depati Said no 250 A Kelurahan Tapak Lebar Kota Lubuk Linggau dan rumah salah satu karyawan PT Sindang Brothers berinisial Wa yang beralamatkan di jalan tapak lebar I, RT 6 no 64 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuk Linggau Barat II Kota Lubuk Linggau.

Pantauan Tuntas Online di lokasi, penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu berjumlah 5 orang, dipimpin langsung oleh Kompol Novi Ari Andrian dengan menggunakan rompi biru didampingi oleh anggota Sat Sabara Polres Lubuk Linggau mendatangi Kantor PT Sindang Brothers. Setibanya dilokasi, petugas langsung melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan untuk mencari sejumlah dokumen terkait pelaksanaan kegiatan Preservasi Rehabilitasi jalan yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2017 senilai rp 31,9 Milyar tersebut. Namun, setelah hampir 30 menit melakukan penggeledahan, penyidik tidak menemukan dokumen yang dicari.

Selanjutnya, penyidik kembali melakukan penggeledahan di lokasi kedua yaitu di kediaman salah satu karyawan PT Sindang Brothers berinisial WA. Setiba dilokasi, penyidik kembali menemukan kendala lantaran WA sedang tidak berada di rumah. Penyidik akhirnya mengambil inisitif untuk menjemput WA yang diketahui tengah berada di lokasi salah satu tambang milik PT Sindang Brothers di kawasan Beliti. Penyidik baru bisa melakukan penggeledahan di kediaman Wa setelah hampir satu jam menunggu kedatangan Wa.

Setelah 3 jam melakukan penggeledahan, penyidik akhirnya keluar dari kediaman Wa membawa dua box berisikan sejumlah dokumen dan langsung meninggalkan lokasi kembali ke Mapolda Bengkulu. Sayangnya, tak satupun penyidik mau memberikan keterangan kepada awak media dilokasi terkait aksi penggeledahan tersebut.

Dikonfirmas, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman. "Benar, saat ini pihak Satgas Pemberantasan Tipidkor Polda Bengkulu, tengah melakukan penggledahan di wilayah Lubuk Linggau untuk melengkapi alat bukti terkait kasus terseebut," tegas Kapolda.

Sekedar informasi, Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu sebelumnya juga telah melakukan penggeledahan serupa di kantor Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, 25 Februari 2019 lalu. Saat itu, tim penyidik melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait pelaksanaan proyek yang dilaksanakan oleh PT Sindang Brothers tersebut. Penggeledahan dilakukan penyidik lantaran ditemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi yaitu fisik pekerjaan tidak sesuai dengan volume fisik yang tercantum di dalam kontrak kerja antara PT sindang Brothers dan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Sehingga menimbulkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai rp 1,9 Milyar. Sementara itu, selama proses pengungkapan, penyidik diketahui telah memeriksa 14 saksi yang dinilai terlibat dalam proses pelaksanaan proyek tersebut.(Cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size