Skip to main content
Tpa
Salah Satu TPS Pemilu 2019 di Bengkulu

5 Rangkuman dari Pemilu 2019 di Bengkulu

Bengkulu, Tuntasonline.com – Pemilu yang belangsung pada 17 April 2019 kemarin, menjadi ajang pembuktian diri bagi para calon legislatif. Selain itu juga sebagai perayaan pesta demokrasi bagai seluruh rakyat Indonesia dimana menyalurkan haknya, untuk ikut menentukan pemimpinya dimasa mendatang. Pemilu yang berlangsung di Kota Bengkulu cukup berjalan dengan aman dan lancar, meskipun diwarnai dengan beberapa kejadian, namun tidak sampai menghambat jalannya Pemilu di kota kelahiran Ibu Fatmawati ini.

Pengamat politik Bengkulu Dr. Mesterjon, S. Kom, M. Kom mengatakan dalam Pemilu 2019 memiliki lima rangkuman untuk pelaksanaanya di kota Bengkulu. Terutama untuk antusiasme para warga di kota Bengkulu yang menyalurkan hak suara tersebut, patut untuk diapresiasi.

“Yang pertama kita perlu apresiasi kepada masyarakat yang telah menyampaikan hak pilihnya yang dijamin oleh UU. Dengan aman, yang kedua kita bersyukur pesta demokrasi lima tahunan ini berjalan dengan lancar, yang ketiga kita apresiasi penyelenggara pemilu dan pihak ke aman dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan terukur, ke empat kita apresiasi seluruh toko parpol dan parah toko dapat memberi keteduhan kepada masyarakat. Kelima kita harus bersabar menunggu hasil hitungan resmi dari KPU,” kata  Dr. Mesterjon, S. Kom, M. Kom.

Dosen di universitas Unived ini juga mengajak agar bagi pihak yang merasa belum dapat menerima hasil dari Pemilu ini, nantinya supaya dapat menggunakan instrumen yang di jamin melalui konstitusi yaitu dengan menempuh jalur hukum yang telah dijamin dalam UU, tanpa memakai anarkisme.

Berkaitan dengan kejadian yang terjadi saat hari pencoblosan kemarin, pengamat politik ini berpendapat jika hal tersebut berkaitan dengan integritas calon legislatif (caleg) pribadi. Dinama dalam literasi dituliskan bahwa politik merupakan suatu pengabdian yang mulia.
“Ini kaitannya dengan integritas, caleg itu sendiri dalam alegium politik, politik itu kejam tapi sebenarnya dalam banyak riset dan literasi yang kita baca bahwa politik itu adalah suatu pengabdian yang mulia, para caleg dalam berjuang dengan uang atau dengan Tanpa uang adalah pilihan. Caleg yang memilih dengan jalan menggunakan uang sogok itu tidak smart. Sebagai konsekuensinya adalah ya OTT tentu ini pekaran yang mahal harganya,” tegas Mesterjon.

Menurut Mesterjon, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut diserahkan pada kewenangan dari pennyelengara dan pengawas pemilihan umum, serta domainnya para penegak hukum. Tentunya dengan fakta yang terukur, yang telah diisyaratkan dalam UU dan peraturan yang terkait dengan kepemiluan 2019.(Cw1)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size