Skip to main content
T
Tampak Gubernur Bengkulu Tengah Berada di Kebun Jeruk Gerga

Miliki Ciri Khas, Gubernur Yakini Jeruk Gerga Peluang Menjanjikan

Rejang Lebong, TuntasOnline.Com - Kunjungan Kerja ke Rejang Lebong Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, mengunjungi sekaligus memetik langsung Jeruk Gerga, yang berada di Desa PAL VII, Kecamatan Bermani Ulur, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (30/3/2019). Beliau juga meyakini bahwa menjadi penanam dan penjual Jeruk Gerga dapat bersaing dipasaran, hal ini lantaran ciri khas dari jeruk tersebut. 

Dalam kunjungannya, Rohidin Mersyah meninjau langsung kebun jeruk jerga dan memetik panen jeruk Gerga milik warga Desa PAl VII dengan didampingi Unsur FKPD, OPD, Kepala Instansi dari Pemkab Rejang Lebong serta rombongan Pemda provinsi Bengkulu. Gubernur juga memberikan bantuan tanaman untuk kelompok petani desa setempat.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersayah mengatakan jeruk Gerga memiliki kelebihan tersendiri dari buah jeruk yang lainnya, disamping kulitnya yang tebal serta air jeruknya yang banyak. 

"Jeruk Gerga ini kalo dilihat dari peluang bisnisnya, suatu hal yang sangat menjanjikan bila adanya pengembangan komoditas jeruk Gerga tersebut. Yang mana nantinya dapat menjadi produk unggulan dari kabupaten Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu," ujarnya, Sabtu (30/3/2019), saat meninjau langsung kebun jeruk Gerga.

Sambung Rohidin, analisa analisah sederhana ekonomi jeruk Gerga ini sangat menjanjikan jika dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"1 Hektar kebun jeruk Gerga ini dapat menghasilkan 15 - 20 juta perbulannya, ini tentunya sudah hasil yang cukup baik untuk ukuran petani," ujarnya.

Peran pemerintah sendiri, sambung Rohidin, tentunya sangat diperlukan untuk dalam pengembangan komoditas jeruk Gerga.

"Dalam budidaya pendekatan bisnisnya, peran pemerintah sangat diperlukan, dari sektor pemberian bibit, pupuk serta pengolahan lahan. Ini yang perlu mendapatkan bimbingan teknis yang baik dan benar," ungkapnya.

Lebih lanjut Rohidin, Jeruk Gerga saat ini dalam masa transisi. " Masa dimana usaha ini dalam skala lokal sudah melebihi, namun pada skala nasional belum memadai. Yang mana jeruk Gerga ini untuk masuk skala nasional belum mampu, dari sisi volume komoditasnya belun tersedia sepanjang waktu. Ini lah perlunya peran pemerintah, nantinya perlu luas tanam serta peningkatan produktivitas per pohon dan satuan buah tanamnya," pungkas Rohidin.(ReTra/Adv) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size