Skip to main content
T
Terduga Pelaku Diamankan

Sopir Angkot Cabuli Anak Dibawah Umur

KARO, TuntasOnline.Com 
Anak di bawah umur kembali menjadi korban pencabulan, diketahui korban berusia 13 tahun diduga telah menjadi korban nafsu bejat ZT (35).

Diketahui ZT telah memiliki istri dan seorang anak, berprofesi sebagai sopir angkot Karya Transport (KT) Nomor pintu 242 trayek Kaban jahe - Berastagi PP. Dan ZT beralamat di Gg Panglet, Kelurahan Gundaling l, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

"Ntah setan apa yang merasuki ZT sehingga tega mencabuli putri saya (korban) setelah selama tiga hari di bawa ke salah satu penginapan kelas melati  "Arihta"  di Gg Berhala, Kaban Jahe," Ungkap JG (ayah korban) kepada tim awak media.

JG menjelaskan, "sejak hari rabu (13/03/2018) pukul 10:00 wib hingga jumat (15/03) putri keduanya tak kunjung pulang kerumah, keluarga akhirnya sepakat untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor SPK Polres Tanah Karo yang diterima langsung  KA.SPKT AIPTU Berton Siregar dengan Surat tanda terima laporan  nomor STPL/171/lll/2019/SU/RES T.KARO jumat (15/03) sekitar pukul 14:15 wib,

Setelah laporan pengaduan tersebut di laporkan ke kantor spk polres karo, Jum'at (15/03) berkisar pukul 21:00 wib diduga tersangka ZT ditangkap Satreskrim Polres Karo sedang bersama korban di dalam mobil angkot Karya Transport (KT) nomor pintu 242 yang sedang parkir di Jl Veteran Kaban Jahe tepatnya di depan Kantor DPRD Kabupaten Karo, selanjutnya terduga tersangka ZT dan Korban digelandang ke Mapolres Tanah Karo bersama barang bukti satu unit mopen.

Menurut pengakuan korban kepada awak media saat dijumpai di kediamannya dihadapan kedua orang tua nya, mengatakan, "awalnya saya disuguhi minuman dan roti oleh ZT, setelah itu saya tidak sadar sudah berada di penginapan Arihta, saat itu hari menjelang malam, dengan kondisi tak berdaya saya di gituinnya, paginya saya diajaknya keluar dari penginapan tersebut dan membawa saya ngangkut sewa, tiba di simpang desa sumbul, saya minta turun dari angkotnya namun tidak dikasih, saya mau menjerit namun takut malu dan ketahuan sama penumpang lain, selanjutnya saya terus mengikutinya narik sewa seharian.

"Malamnya lagi pada kamis (14/03) saya dibawa kembali menginap dipenginapan yang sama dan perlakuan yang sama terulang kembali hingga Jum'at pagi, sama sekali saya tidak sadar dengan apa yang saya alami, saya mungkin sudah dihipnotis oleh pelaku sehingga saya tidak tau mau berbuat apa dan sudah tak terhitung saya sudah berapa kali digituinnya bang, saya baru sadar sepenuhnya setelah pihak kepolisian datang bersama keluarga saya kala itu," ungkap Korban sambil Menangis.(Rekro Trgn)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size