Skip to main content
Kepala Desa Pusong Lama
Kepala Desa Pusong Lama Saat Memberikan Keterangan Pers

14 Tahun Tsunami Berlalu, Warga Aceh Larut Sedih Dalam Doa

Lhokseumawe, tuntasonline.com – 27 Desember 2019 - Peringatan 14 tahun Tsunami Aceh juga digelar di Pusong Lama Lhokeumawe, masyarakat Aceh masih mengenang kesedihan mendalam saat membaca doa mengenang peristiwa tsunami Aceh yang sempat merengut ratusan ribu nyawa di Aceh.

Ratusan nelayan pusong Lhokseumawe yang terkena dampak langsung tsunami 2004 lalu masih terlihat kesedihan yang mendalam saat membaca doa di Gedung Sekaya maritim UPT Pusong Lama Lhokseumawe, sebagian mereka sempat meneteskan air mata mengingat detik detik air bah menghantam desa mereka.

Kaharuddin Kepala Desa Pusong Lama mengatakan disamping mendoakan pada korban tsunami yang ada di pusong mereka juga mendoakan pada korban tsunami lainnya agar para arwah yang telah kehilangan nyawa diterima di sisi allah dan bagi yang masih hidup di jauhkan dari mara bahaya maka seluruh aktifitas melaut pun kita liburkan untuk  mengenang musbah tsunami 14 tahun lalu “ kata Kaharuddin.

Doa bersama yang digelar sebagai bentuk kiriman doa pada sanak famili yang telah tiada saat tsunami tiba pada 26 desember 2004 lalu, desa ini salah satu dari ratusan desa lainnya yang sempat porak poranda akibat air laut meluap hingga ketinggian beberapa meter.

Sementara itu ratusan kapal motor ini ditambatkan di pelabuhan ikan pusong lama Lhokseumawe, para nelayan diperintahkan tidak melaut selama dua hari sejak 26 sampai 27 desember, sebagai bentuk mengenang hari duka 14 tahun lalu tsunami memporak porandakan pesisir Aceh.

Panglima Laut Rusli mengatakan perintah tidak melaut itu sudah di terapkan sejak 14 tahun lalu hingga sekarang hingga seterusnya  pada 26 desember, hal ini dilakukan untuk mengenang kembali bencana  yang sangat mengerikan menimpa aceh” bila ada yang melanggar maka nelayan itu akan di kenakan hukum adat “kata panglima Laot Rusli.

Namun para nelayan yang tidak melaut ini tidak menyia nyiakan waktunya ,mereka usai menggelar doa bersama memperbaiki peralatan menangkap ikan ,agar saat melaut kondisi peralatannya kembali normal.
 
Gempa dan tsunami di samudera hindia terjadi pada 26 desember 2004 lalu ratusan ribu warga aceh kehilangan nyawa dan luka luka serta ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal akibat di sapu gelombang tsunami disampiang itu gempa dan tsunami  juga sempat merusak sejumlah  infra struktur. (Zaini)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size