Skip to main content
P
Tampak Puluhan Keluarga Korban Datangi Polda Sumsel

Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Lapas Datangi Polda

Palembang, TuntasOnline.Com - Seorang pria diketahui bernama Yoheri Kusnadi Bin Kusnadi warga Desa Tebat Agung Kampung 4 Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit, Kamis 15 November 2018 beberapa Minggu yang lalu. Korban diduga menjadi korban penganiayaan. Menyikapi hal ini Keluarga Korban mendatangi Polda Sumatera Selatan. 

Kedatangan ini pasalnya tidak terima karena banyak kejangalan akhirnya, Puluhan Keluarga Yuheri mendatangi  Polda Sumatra Selatan. Yuheri Korban Kasus Penganiayaan Berat sesuai pasal 355 KUHP dan pengroyokan sesuai Pasal 170 ayat 3 KUHP, yang diduga terjadi pada  14 November 2018 di lapas Kelas II B Muara Enim Sumatra  Selatan lalu. Karena merasa tidak puas lalu mendatangi Kantor Polda dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham), di Palembang, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan rilis yang disampaikan, Heri Keluarga Korban menyampaikan Kanwil Kemenkum HAM, Massa sekitar 60 orang berangkat Dari Kecamatan Rambang Bangku menu palembang. Dengan membentangkan sepanduk karton bertuliskan tuntutan mereka menyampaikan orasi di Polda Sumsel dilanjutkan menuju Kantor Kemenkumham.

Dalan tuntutanya kopada pihak kepolisian,  Massa meminta agar Pihak Kepolisian dapat sesegera mungkin mengusut kasus ini sampai tuntas keakar-akarnya, terhadap para pelaku baik pelaku utama, pelaku intelektual, pihak donatur dan pihak-pihak lainya yang terlibat dalam kasus ini, untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

"Sementara kepada pihak Menteri Hukum dan Ham RI,  dapat segera menon aktifkan beberapa petugas di lapas Kelas 2 B Muaraenim, supaya proses pengungkapan dan pengusutan kasus ini dapat berjalan dengan lancar dan Objektif.

Selain itu tuntutan disampaika kepada Komisi Nasional HAM RI, Agar segera mengusut dan membongkar dugaan Pelanggaran HAM di Lapas Kelas II B Muara Enim, dalam bentuk pelanggaran berat dan pengeroyokan yang mengakibatkankan kematian terhadap Yuheri.

Tuntutan juga disampaikan Kepada pihak KOMISI III DPR RI (Bidang Hukum), untuk mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan Percepatan Pengungkapan kasus Penganiayaan Berat dan pengeroyokan secara objektif yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kepada pihak Ombudsman Pusat Dan Daerah, massa meminta segera mengusut tuntas penyebab terjadinya penganiayaan berat.  Pengeroyokan karena kelalaian dan pembiaran serta pelayanan pejabat Lapas (selaku aparatur negara) terhadap publlk/ masyarakat, khususnya kepada keluarga korban yang sangat tidak memenuhi standar pelayanan publik.

Sehingga terjadinya penganiayaan berat. pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dan keluarga tidak diberi tahu sama sekali.  Serta Turut mendorong Peningkatan Pelayanan Publik terutama bagi keluarga napi dan tahanan titipan untuk membesuk, agar tidak terjadi kasus ini.

“Sejauh ini kita sudah mendapat tanggapan dari pihak polda dan kemenkumham, katanya mereka sudah membuat tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini,” Kata Heri kepada wartawan.

Senada dengan Verry salah satu kerabat korban ketika di hubungi lewat  handphone melalui pesan WhatsApp  dengan harap agar kasus diusut tuntas, pihak Polda membentuk tim khusus dari jatanras untuk back up, dari kakanwilkumham juga bisa membentuk tim khusus yang di komandoi kepala divisi ke masyarakatan," kata Verry di pesan WhatsApp.

"Untuk harapan kami  selaku keluarga korban Posisi sekarang ini untuk kalapas, kplp dan kepala pembinaan  segera di non aktifkan. Sampai dengan kasus ini selesai dan jika terkait dalam kasus ini  untuk di  sangsi baik adm dan kriminal," tutur Verry.(Agt) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size