Skip to main content
Foto Bersama
Foto Bersama Walikota Bengkulu Saat di Vihara Buddhayana

Cek Persiapan Doa 10 Juta Umat, Walikota Sambangi 5 Titik Nol

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Guna memastikan persiapan Acara Doa 10 Juta Umat agar berjalan sukses, Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, S.E lakukan kunjungan ke 5 tempat ibadah yang menjadi titik nol acara tersebut pada Jum'at Sore (09/11).

Dalam kunjungan tersebut nampak Helmi Hasan didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kota Bengkulu Medi Pebriansyah beserta tokoh agama.

Dikatakan oleh Helmi bahwa pengecekan hari ini dimaksudkan untuk berjalan suksesnya acara yang akan diselenggarakan. Beliau juga menjelaskan dengan adanya tempat ibadah yang ditunjuk sebagai titik nol bukan dimaksudkan membedakan, namun tempat ibadah lain harus juga melakukan doa bersama tersebut. 

"Sekarang ini kita cek persiapan dihari terakhir sebelum hari Sabtu, saya telah keseluruh rumah ibadah, baik Kristen, Katholik, Protestan, Islam, Konghucu, Budha dan Hindu. Kita mengecek semua persiapan rumah ibadah yang dipercaya sebagai titik nol. Dirumah ibadah yang lain boleh kan banyak masjid contohnya namun yang dipercaya sebagai titik nol adalah Masjid Akbar At-Taqwa, seperti kristen dan agama lainnya" ujarnya. 

"Ini telah kita cek semuanya, seperti tenda, kursi, lampu, air dan lainnya sudah siap. Ini acaranya malam setiap rumah ibadah persiapannya berbeda, ada yang bawah merah putih, lilin dan segala macam itu gak masalah. Tergantung kreativitas masing-masing, karena itu perlu agar menariknya acara 10 juta umat ini" imbuh Helmi. 

Sementara itu Beliau berharap, diselenggarakan acara ini dimaksudkan agar negeri kita tidak tinggal sejarah layaknya Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dikarenakan rongrongan dari luar dan dalam, akan tetapi melalui doa tersebut diharapkan negeri ini dapat menjadi besar dan dapat diwariskan.

"Tujuan kita, kita tidak ingin sama seperti Majapahit dan Sriwijaya, karena kami di Bengkulu merasa memiliki negeri ini. Yang menjadi investasi seorang Putri yang bernama Fatmawati yang menjahit bendera sang saka merah putih. Kami melihat di televisi, kami mendengar di radio, kami melihat berita, bagaimana bencana dimana-mana terjadi, gempa, tsunami serta Bengkulu juga pernah merasakan kedatangan tamu yang namanya gempa bumi dengan 7,3 SR. Kami tidak mau gempa menghancurkan Kota, maupun itu dengan tsunami nantinya kami tidak mau. Untuk itu perlu ada kegiatan seperti tanam bakau sudah, dan sudah itu kita berdoa bersama-sama," kata Helmi. 

"Kedua, kami melihat di berita bahwa anak-anak bangsa dipertontonkan saling pertikaiannya, saling jelekan, saling hina, saling caci, saling maki, dan saling cari kesalahan, merasa paling hebat, merasa paling bersih, ini sangat berbahaya bagi bangsa kita, karena Majapahit juga seperti itu dulunya, oleh sebab itulah Majapahit tinggal sejarah, kami tidak mau negeri ini tinggal sejarah. Tapi kami ingin negeri ini mejadi besar dan tambah besar lagi agar bisa diwariskan kepada anak cucu kita" tambahnya. 

Untuk diketahui ada 5 tempat ibadah yang menjadi titik nol dari Acara Doa 10 Juta Umat yaitu :

  1. Masjid Akbar At-Taqwa
  2. Vihara Buddhayana (Kampung Cina)
  3. Gereja GKII (Dekat View Tower)
  4. Gereja GKII (di Tebeng)
  5. Pura Santi Muara Dipa (di dekat Pepabri).

Diakhir penjelasannya, Helmi juga memaparkan bahwa dirinya telah mengundang Rekan-rekan di Rumah Ibadah Seluruh Indonesia, Dirjen 5 Agama,  Menteri Agama RI, Jokowi dan Prabowo beserta pasangan dan rekan-rekan Provinsi tetangga. Namun didalam doa ini Beliau meminta dan menghimbau masyarakat yang ada di seluruh Provinsi Bengkulu. Karena sukses acara bukan di 10 jutanya melainkan diterima atau tidaknya doa tersebut.(ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size