Skip to main content
Kadis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan

Jelang Akhir Tahun, Vaksinasi MR dan PIS Jadi Fokus DinKes BS

Bengkulu Selatan, TuntasOnline.Com - Jelang akhir tahun 2018, Dinas Kesehatan (DinKes) Kabupaten Bengkulu Selatan fokuskan realisasi terhadap dua program unggulan Pemerintah yaitu Vaksinasi Measles Rubella dan Program Indonesia Sehat (PIS).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan M. Redhwan Arief saat dijumpai di Ruang Kerjanya pada Kamis (11/10). Dari 2 program tersebut DinKes harus kerja semaksimal mungkin guna mengejar target yang memang sudah ditentukan sedari awal. 

"Untuk Dinas Kesehatan, masalah pertama kita fokus ke Vaksinasi Measles Rubella atau Campak Rubella. Kemudian yang kedua yaitu masalah Program Indonesia Sehat (PIS)" singkatnya. 

Redhwan juga sedikit memaparkan terkait upaya pihaknya dalam membantu realisasi dua program tersebut. Mulai dari PIS yang menurunkan petugas ke lapangan langsung serta Vaksinasi MR yang telah mencapai angka 89,6% dari target 40.500 anak yang akan divaksin. 

"Untuk PIS kita melakukan pendekatan kekeluargaan di Puskemas-puskesmas, sekarang masih tahap sosialisasi dan pelaksanaannya diakhir tahun itu sudah harus tuntas. Program Indonesia Sehat ini dalam arti bukan seperti dulu dalam melayani pasien itu harus menunggu kalau sekarang itu kita yang datang ke keluarga, petugas kesehatan mendata supaya mengetahui penyakit yang diderita masyarakat dan potensi-potensi yang akan menyebabkan kesakitan. Dan petugasnya berasal dari Puskesmas itu sendiri yang telah dibagi" paparnya. 

"Untuk Vaksinasi MR sasaran kita itu untuk anak umur 9 Bulan hingga 15 tahun dan capaian kita sudah 89,6% jadi kita ditargetkan dari Provinsi yaitu 95% dan sasaran anak yang divaksinasi sekitar 40.500-an dan jadi sudah sedikit lagi dari target" imbuhnya. 

Terlepas dari capaian yang beliau paparkan, Kepala Dinas Kesehatan (DinKes) Kabupaten Bengkulu Selatan ini tidak memungkiri ada kendala yang harus dihadapi pihaknya dalam perealisasian dua program tersebut, diantaranya :
1. Lokasi yang Luas
2. Tenaga yang Masih Terbatas
3. Masyarakat yang tidak berada dirumah saat ingin didata oleh Petugas Kesehatan
4. Waktu. (ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size