Skip to main content
Tampak Sekda BU Haryadi saat mendatangi Kajati sebagai Saksi
Tampak Sekda BU Haryadi saat mendatangi Kajati sebagai Saksi

Dalami Kasus Dugaan Korupsi Raperda Limbah,Kejati Paggil Sekda BU

Bengkulu,Tuntasonline.com — Mendalami Kasus Dugaan Korupsi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) air Limbah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Tahun 2017 yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar 500 Juta, Kajati Bengkulu Panggil Sekeretaris Daerah (Sekda) sebagai saksi,Selasa (25/9).

Pantauan wartawan dilapangan pihak Kejati melalui tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati melakukan pemanggilan terhadap Haryadi selaku sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Utara, diduga untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Diketahui, dalam kasus tersebut Kejati Bengkulu telah menetapkan dua orang tersangka yakni Azwar Alfian selaku Satker PSPLP Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR dan Adi Argahposa selaku pemodal PT SKA, Kamis (6/9/2018) lalu. 

Data terhimpun, dalam pelelangan air limbah tersebut munculah pemenang lelang yakni PT SKA. Namun dalam pelaksanaannya diduga tidak dikerjakan oleh PT SKA, melainkan dikerjakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementrian PUPR Provinsi Bengkulu.

Dilansir sebelumnya Aspidsus Kejati Bengkulu Henri Nainggolan mengatakan dalam rencana pennyusunan air limbah sebenarnya memakan anggaran 150 juta rupiah. Namun dalam konsep tersebut disinyalir telah direncanakan dalam penggelembungan dana yang akan digunakan dalam penyusunan raperda air limbah tersebut. Dalam kasus ini, negara diduga dirugikan sebesar 350 juta rupiah. Kasus tersebut diduga melanggar pasal 12 huruf (i) Undang undang nomor 20 tahum 2001 tentang pemberantasan pemberantasan tipikor dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.(Retra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size