Skip to main content
Hasil Rontgen Pertama
Hasil Rontgen Pertama

HMI Cabang Bengkulu Pertanyakan Hasil Rontgen Berbeda

Bengkulu, Tuntasonline.com - Terkait aksi unjuk rasa HMI Cabang Bengkulu yang berujung ricuh di Depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, sala satu Kordinator Lapangan (Korlap) Deka alami Cidera serius di kakinya. Namun, belakang hal itu kembali mencuat dikarenakan pihaknya menanyakan hasil Rontgen pertama yang berbeda dengan rontgen kedua.

Usai alami cidera serius di bagian kaki,  Deka langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum M. Yunus Bengkulu. Dari data yang didapat wartawan Tuntasonline.com, saat menanyakan kabar tersebut ke pihak HMI,  mereka sempat heran sebab saat pertama kali di rontgen oleh pihak rumah sakit, kaki Deka terlihat jelas retak dan selang beberapa hari akan di operasi, sebelum operasi berlangsung saat di rontgen kembali malah retak di kaki Deka sudah tidak ada dan disinyalir bukan terkena tembakan malah berdalih karena terjatuh. 

"Kami juga belum menerima hasil operasi kakinya Deka dari pihak manajemen rumah sakit M. Yunus masih menutupi belum bisa memberikan konfimasi terkait hasilnya," ujarnya Korlap HMI saat Aksi demo Kholid Sander saat ditemui Tuntasonline.com, Jumat (21/9).

T
Hasil Rontgen Kedua

Lanjut dikatakan Kholid, dirinya sudah yakin bahwa  Deka ditembak, sebab kami selalu berdekatan karena dia korlap bayangan saya, saling mengisi suara saat orasi berlangsung, kalau di fikir secara logis dan juga pendapat dari teman-teman yang lain saat kejadian bahwa ia terkena tembakan banyak saksi mata yang melihat itu, kalau dia hanya jatuh tidak mungkin sampai retak atapun tidak sampai luka dalam seperti itu karena posisinya dekat dengan trotoar bahu jalan

Ricuh aksi demo HMI mulai terasa saat masa orasi ingin masuk kedalam kantor DPRD Provinsi dan terjadilah aksi dorong mendorong diantara mereka, sampai akhirnya keluarlah dari pihak keamanan kepolisian berupa Water Canon dan gas air mata untuk meredam aksi sudah panas.

"kami tekankan satu,  tidak akan mulai duluan aksi anarkis lemparan-lemparan tersebut, kalau kami semua sudah merasakan sakit dan tidak mempunyai senjata apa-apa, sebab, kami hanya membawa pengeras suara dan bendera, " jelasnya.

Menurutnya, pihak keamanan sudah tidak lagi berjalan dengan sesuai prosedur sebagai pengamanan jalannya aksi, melainkan meredam suasana dengan kekerasan.

"Boleh di cek, bukti-bukti berupa rekaman vidio yang beredar di YouTube dan sosial media lainnya, jadi bisa dilihat mana yang benar dan yang salah," tutupnya. (CW3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size