Skip to main content
Foto Bersama
Foto Bersama

BNNK Gandeng OPD Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Bengkulu, tuntasonline.com - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bengkulu libatkan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Kota Bengkulu dalam upaya menurunkan angka Penyalahgunaan narkoba di Kota Bengkulu melalui Workshop terkait pengembangan kapasitas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) guna cegah dan turunkan angka penyalahgunaan Narkoba di Kota Bengkulu, Rabu pagi (19/9).

Workshop yang dilakukan oleh BNNK Bengkulu ini mengundang perwakilan seluruh Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) selingkup Kota Bengkulu. Dengan tujuan perwakilan OPD dapat mensosialisasikan hasil workshop tersebut kepada OPD masing-masing dan membantu BNNK memberantas penyalahgunaan narkoba dengan caranya masing-masing.

"Hari ini bapak-ibu mewakili dari OPD masing-masing untuk bersosialisasi tingkat lanjut dari hasil hari ini kepada OPD masing-masing, minimal dengan keluarga atau tetangga," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon dalam sambutannya.

Marjon juga miris dengan data yang dimiliki oleh BNN terkait peringkat dan jumlah pemakai narkoba yang ada di Kota Bengkulu. Menurut data yang disampaikan BNNP Bengkulu bahwasanya Kota Bengkulu menempati peringkat ke-21 penyalagunaan narkoba dari 553 Kota di Indonesia. Sedangkan dari data yang didapat dari BNNK Bengkulu, sekitar 5000 orang di Kota Bengkulu dan hanya segelintir orang yang dapat direhabilitasi.

"Dikatakan perwakilan BNNP Bengkulu tadi bahwa Kota Bengkulu merupakan peringkat ke-21 berarti ke-21 dari 553 Kota, bayangin kan tinggi peringkat kita. Apalagi seperti keterangan pak Alex, 5000-an (orang-red) yang sudah terkena narkoba dan hanya segelintir orang yang bisa direhab, ini sangat mengerikan," tambahnya.

Atas data yang ia terima, Marjon mengatakan bahwa dengan adanya workshop ini mampu mengembangkan pola pikir OPD selingkup Kota Bengkulu untuk mencari cara membantu BNNK menurunkan angka penyalahgunaan Narkoba di Kota Bengkulu.

"Nah, maka tugas kita semua bagaimana membuat ini tidak berkembang dengan pesat, bisa stuck, lalu bisa menurun bahkan sampai habis. Ada dua pilihan, pertama kita lakukan sosialisasi se-dini mungkin, dilevel anak-anak atau remaja, bahkan dewasa seperti ini. Yang kedua, kita melakukan penganggaran, ibu dan bapak ini diundang agar mampu berfikir sepulang dari sini di OPD saya patut dianggarkan, dalam bentuk apa, misalnya diadakan kegiatan sosialisasi," tutupnya.(FRK)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size