Skip to main content
Branch Manager PT.BMQ Eka Nurdianty Anwar
Branch Manager PT.BMQ Eka Nurdianty Anwar

PT BMQ : Kami menghormati Hukum,Mereka yang Tidak menghormati

Bengkulu,Tuntasonline.com - Terkait Sengketa Lahan pertambangan yang masih menuai Polemik antara PT.Borneo Mega Quantum dan PT.Bengkulu Mega Quantum walau sudah ada titik terang dari Mahkamah Agung yang memenangkan PT.Bara Mega Quantum terkait lahan tersebut tapi hingga saat ini tak kunjung selesai,Direktur Utama PT.BMQ Nurul Awaliyah melalui Branch Manager (BM)  Eka Nurdianty Anwar Angkat Bicara.

Kepada Media Ini Direktur Utama PT.BMQ Nurul Awaliyah melalui Branch Manager (BM)  Eka Nurdianty Anwar mengatakan seharusnya Pihak hukum bertindak adil jangan tebang pilih, itu kan masih dalam proses hukum kenapa hanya kami yang diminta untuk menghentikan oprasi tapi pihak sana masih oprasi,kalau memang masalah ini pihak kepolisian tidak dapat menyelesaikan akan saya (Eka, red) bawa ranah ini ke KPK. 

 "Saya dari pihak PT Bara Mega Quantum yang sebenarnya dan sudah di buktikan oleh Bareskrim dari hasil gelar perkara, telah ditemukan tindak pidana pemalsuan dokumen perusahaan kami, saya minta kepada pihak yang berwajib untuk menghentikan semua kegiatan di tambang kami karena itu sudah jelas ada pemalsuannya. Sementara, memang selama satu tahun ini kami menuntut keadilan, walaupun kami disuruh menambang tetapi kami tidak menambang karena kami mengikuti saran dari pihak kepolisian yang katanya jangan nambang dulu sebelum semuanya jelas",ujar Eka. 

Lanjut Eka, "Tapi selama kami tidak menambang karena menuntut kepastian hukum, orang orang yang kita laporkan dalam pemalsuan dokumen justru menambang di lokasi kami. Ini merupakan pemalsuan yang kesekian kalinya, dulu pemalsuan yang pertama sudah kami maafkan dan sampai muncul akta perdamaian dari mahkamah agung. Lokasi yang dikerjakan itu menurut keputusan mahkamah agung juga merupakan lokasi kami. Dulu tanda tangan Direktur kami di palsukan, dengan munculnya yang di bilang SK 267 tahun 2011 itu munculnya 21 september 2011 dan kami mendapatkan tembusan itu tanggal 6 september 2011 dari kemenkumham, kami langsung laporkan ke Bareskrim. Dari Bareskrim itu tanggal 12 september 2011 dan itu juga telah ditemukan bukti bukti pidananya antara lain tanda tangan palsu laboraturium forensik, notaris yang melakukan pemalsuan juga menyatakan bahwa dia sudah disuruh untuk memalsukan, terus pihak pihak terkait yang di nyatakan hadir disitu ternyata tidak hadir",ungkapnya. 

"Jadi waktu mau di tetapkan tersangka pihak mereka ini minta damai sampai muncul akta damai di mahkamah agung tetep juga dilanggar. Sampai muncul kalimat 17 miliyar, mereka akan mengganti uang komfensasi dari uang uang kami yang sudah kami keluarkan untuk meningkatkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP)  ini, yang mana mulai dari hutan lindung menjadi hutan produksi terbatas sampai kita afdol segala macam sampai menjadi IUP operasi produksi nomor 339 tahun 2010 dimana pemiliknya adalah bu Nurul Awaliyah sesuai dengan SK IUP tersebut",tegas Eka. 

"Sekarang muncul lagi SK IUP peta perubahan kordinat tanpa ijin dari pimpinan saya. Yang kami mau sama sama ikuti dulu proses yang sedang berjalan. Namun pihak yang kami laporkan dan terbukti ada dugaan pidananya tidak di stop oleh pihak berwajib, baik itu dinas pertambangan dan yang berkaitan itu tidak ada yang menghentikan satupun, sedangkan surat surat itu sudah kami tembuskan ke semua, bahkan kami membuat surat kepada kepala dinas ESDM, inspektur tambang, kementerian, sampai kami bikin surat ke kabag Reskrim sekarang",papar Eka. 

Sambung Eka, "Mudah mudahan dengan tembusan saya ke kabag Reskrim, karena beliau kan menyampaikan dalam video viralnya, apabila ada pihak berwajib tidak melaksanakan ketentuan hukum beliau bersedia membuktikan yang benar itu benar. Apabila ini tidak selesai kita akan bawa ke KPK, karena kita punya bukti bukti dokumen yang menunjang semua perkataan saya. Jadi kalimat yang katanya saya mengintimidasi di lokasi pertambangan itu tidak benar",urainya. 

"Tahun lalu saya datang dengan pihak kepolisian, sudah di police line tiba tiba police linenya di bongkar pasang. Karena apa setahu saya mereka mencoba untuk menarik perhatian investor dan yang melepas police line itu bukan dari pihak kepolisian tetapi dari mantan polisi yang di pecat. Dia bilang ada tamu, bos saya yang nyuruh, berarti itulah yang menipu investor. Kami tidak pernah sampai, dan tadi ada yang melfon saya bersedia memberikan uang segala macam karena kita pihak yang benar, itu saya tolak karena saya tidak mau menipu orang. Jadi jangan sampai ada kalimat bahwasanya ibu Nurul Awaliyah,  mister Lie mun song itu cuma investor.

Lanjut Eka Menyampaikan telah memohon kepada bapak Kabareskrim Mabes Polri beserta jajaran yang terkait untuk Menindak lanjuti hasil penyelidikan yang sudah dilakukan oleh pihak Polri selama di atas laporan laporan yang telah kami sampaikan selama ini akibat tindakan tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh saudara, Dinmar Najamudin, notaris Mufti Nokhman, dan beberapa perusahaan yang secara bersama-sama melakukan penambangan di wilayah izin usaha pertambangan PT Bara Mega Quantum. 

Pada surat ini kami sebelumnya nomor 003/LO/BSM/VI/2018 dapat kami sampaikan bahwa tindakan notaris Mufti Nokhman SH, Dinmar Najamudin yang telah melakukan pemalsuan kedua serta menyebabkan kerugian material dan psikologis terhadap kami sebagai pemilik sah PT Bara Mega Quantum.

Kronologis pemalsuan pertama, 
1. Bahwa PT Borneo suktan mining merupakan pemilik saham terbesar pada izin usaha pertambangan operasi produksi PT Bara Mega Quantum dengan nomor IUP Nomor 339 tahun 2010.

2. Bahwa PT Borneo Suktan Mining melaporkan notaris Mufti Nokhman SH, Yuan Rasugi Sang tindak pidana pemalsuan dan melakukan keterangan palsu ke dalam akta otentik sebagai dimaksud dalam pasal 226 dan 263 KUHP laporan polisi nomor TBL. 360/IX/2011/Bareskrim tertanggal 12 September 2011. Setelah mendapat surat dari Kemenkumham tentang perubahan komposisi saham PT Bara Mega Quantum tanggal 6 September 2011. 

Bahwa berdasarkan pengembangan penyelidikan adanya pihak-pihak terlibat di luar terlapor yang menyuruh dan membantu atas tindakan pidana yang tersebut diatas. Dari penyelidikan didapat bahwa: a. Yuan Rasugi Sang tidak pernah menerima hibah saham dari PT Borneo Suktan Mining, b. Notaris Mufti Nokhman mengaku disuruh memalsukan tanda tangan Ibu Nurul Awaliyah dan tanda tangan Hakman Novi berdasarkan hasil laboratorium forensik dinyatakan bahwa tanda tangan tersebut dipalsukan bahwa berdasarkan hal-hal tersebut kami telah melakukan perdamaian dengan pihak-pihak yang terlibat dan telah dibuatkan surat perjanjian perdamaian Nomor 105 tanggal 21 Juni 2013 dengan adanya perdamaian tersebut kami mengajukan permohonan untuk pencabutan kasus Yang dilaporkan ke Mabes Polri sehingga bareskrim Polri mengeluarkan Surat Perintah penghentian penyelidikan atau SP3 dengan nomor surat : S. Tap/20 B/Subdit/V/X/2013/Dittipidum. 

Dalam surat tersebut diterangkan bareskrim menghentikan penyidikan peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik dan pemalsuan surat sebagaimana dimaksud pasar 266 KUHP dan pasal 263 KUHP terkait dengan hibah 1800 lembar saham PT Borneo suktan mining pada PT Bara Mega Quantum kepada Yuan Rasugi Sang. 

3. Bahwa pada kenyataannya sekarang saudara dinmar Najamudin tidak mentaati semua kesepakatan tersebut bahkan melakukan penambangan ilegal di lokasi IUP PT Bara Mega Quantum secara besar-besaran.

Berikut bukti-bukti yang terjadi di lapangan pada saat ini antara lain 
A. Tindakan wanprestasi melanggar kesepakatan damai Nomor 105 tanggal 21 Juni 2013 serta melakukan pemalsuan kedua di mana pihak dinmar Najamudin serta Mufti Nokhman menggunakan kaki palsu untuk merubah peta koordinat tambang PT Bara Mega Quantum Nomor 33 9 tahun 2010 menjadi nomor 4 6 8 tahun 2013 tanpa izin dari pemegang saham mayoritas yaitu Nurul Awaliyah (PT Borneo Suktan mining) foto mengganti nama Direktur utama dari ibu Nurul Awaliyah menjadi dinmar Najamudin tanpa ada RUPS (RUPS diduga dipalsukan kembali).

B. Tindakan pencurian secara besar-besaran serta menyembunyikan hasil produksi di tambang lain seperti IUP PT DMH, menggunakan kontraktor kontraktor lokal maupun non lokal untuk melakukan penambangan di lokasi pemilik PT Bara Mega Quantum dimana penambangan tersebut dilakukan secara tidak benar serta menyebabkan terjadinya pelanggaran-pelanggaran dalam bidang pertambangan bahkan pernah terjadi banjir besar dan memakan korban jiwa tetapi ditutupi dengan seolah-olah terjadi di lokasi tambang yang bersebelahan dengan IUP PT Bara Mega Quantum.

C. Tindak penipuan dan penggelapan dengan menjual secara diam-diam tanpa izin dari ibu Nurul.(Rahmad)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size