Skip to main content
Branch Manager PT.BMQ Eka Nurdianty Anwar
Branch Manager PT.BMQ Eka Nurdianty Anwar

PT.BMQ : Kalau Tidak Selesai di Kepolisian, akan Kami Bawa Ke KPK

Bengkulu,Tuntasonline.com — Terkait dugaan Penyerobotan Lahan milik PT.Bara Mega Quantum (PT.BMQ) yang telah di keluarkan sesuai Mahkamah Agung yang dilakukan oleh PT.Bengkulu Mega Quantum di Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah,Akhirnya PT BMQ Angkat Bicara, Kamis (06/9).

Kepada Media Ini Direktur Utama PT.BMQ Nurul Awaliyah melalui Branch Manager (BM)  Eka Nurdianty Anwar mengatakan seharusnya Pihak hukum bertindak adil jangan tebang pilih, itu kan masih dalam proses hukum kenapa hanya kami yang diminta untuk menghentikan oprasi tapi pihak sana masih oprasi,kalau memang masalah ini pihak kepolisian tidak dapat menyelesaikan akan saya (Eka, red) bawa ranah ini ke KPK. 


 "Saya dari pihak PT Mega Quantum yang sebenarnya dan sudah di buktikan oleh Bareskrim dari hasil gelar perkara, telah ditemukan tindak pidana pemalsuan dokumen perusahaan kami, saya minta kepada pihak yang berwajib untuk menghentikan semua kegiatan di tambang kami karena itu sudah jelas ada pemalsuannya. Sementara, memang selama satu tahun ini kami menuntut keadilan, walaupun kami disuruh menambang tetapi kami tidak menambang karena kami mengikuti saran dari pihak kepolisian yang katanya jangan nambang dulu sebelum semuanya jelas",ujar Eka. 

Lanjut Eka, "Tapi selama kami tidak menambang karena menuntut kepastian hukum, orang orang yang kita laporkan dalam pemalsuan dokumen justru menambang di lokasi kami. Ini merupakan pemalsuan yang kesekian kalinya, dulu pemalsuan yang pertama sudah kami maafkan dan sampai muncul akta perdamaian dari mahkamah agung. Lokasi yang dikerjakan itu menurut keputusan mahkamah agung juga merupakan lokasi kami. Dulu tanda tangan Direktur kami di palsukan, dengan munculnya yang di bilang SK 267 tahun 2011 itu munculnya 21 september 2011 dan kami mendapatkan tembusan itu tanggal 6 september 2011 dari kemenkumham, kami langsung laporkan ke Bareskrim. Dari Bareskrim itu tanggal 12 september 2011 dan itu juga telah ditemukan bukti bukti pidananya antara lain tanda tangan palsu laboraturium forensik, notaris yang melakukan pemalsuan juga menyatakan bahwa dia sudah disuruh untuk memalsukan, terus pihak pihak terkait yang di nyatakan hadir disitu ternyata tidak hadir",ungkapnya. 

"Jadi waktu mau di tetapkan tersangka pihak mereka ini minta damai sampai muncul akta damai di mahkamah agung tetep juga dilanggar. Sampai muncul kalimat 17 miliyar, mereka akan mengganti uang komfensasi dari uang uang kami yang sudah kami keluarkan untuk meningkatkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP)  ini, yang mana mulai dari hutan lindung menjadi hutan produksi terbatas sampai kita afdol segala macam sampai menjadi IUP operasi produksi nomor 339 tahun 2010 dimana pemiliknya adalah bu Nurul Awaliyah sesuai dengan SK IUP tersebut",tegas Eka. 

"Sekarang muncul lagi SK IUP peta perubahan kordinat tanpa ijin dari pimpinan saya. Yang kami mau sama sama ikuti dulu proses yang sedang berjalan. Namun pihak yang kami laporkan dan terbukti ada dugaan pidananya tidak di stop oleh pihak berwajib, baik itu dinas pertambangan dan yang berkaitan itu tidak ada yang menghentikan satupun, sedangkan surat surat itu sudah kami tembuskan ke semua, bahkan kami membuat surat kepada kepala dinas ESDM, inspektur tambang, kementerian, sampai kami bikin surat ke kabag Reskrim sekarang",papar Eka. 

Sambung Eka, "Mudah mudahan dengan tembusan saya ke kabag Reskrim, karena beliau kan menyampaikan dalam video viralnya, apabila ada pihak berwajib tidak melaksanakan ketentuan hukum beliau bersedia membuktikan yang benar itu benar. Apabila ini tidak selesai kita akan bawa ke KPK, karena kita punya bukti bukti dokumen yang menunjang semua perkataan saya. Jadi kalimat yang katanya saya mengintimidasi di lokasi pertambangan itu tidak benar",urainya. 

"Tahun lalu saya datang dengan pihak kepolisian, sudah di police line tiba tiba police linenya di bongkar pasang. Karena apa setahu saya mereka mencoba untuk menarik perhatian investor dan yang melepas police line itu bukan dari pihak kepolisian tetapi dari mantan polisi yang di pecat. Dia bilang ada tamu, bos saya yang nyuruh, berarti itulah yang menipu investor. Kami tidak pernah sampai, dan tadi ada yang melfon saya bersedia memberikan uang segala macam karena kita pihak yang benar, itu saya tolak karena saya tidak mau menipu orang. Jadi jangan sampai ada kalimat bahwasanya ibu Nurul Awaliyah,  mister Lie mun song itu cuma investor. (Rahmad) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size