Skip to main content
Husni Thamrin Ketua DPRD Seluma
Husni Thamrin Ketua DPRD Seluma

Sisi Politis Kasus Pekerjaan Jalan Nanti Agung-Desa Baru Kabupaten Seluma Tahun 2013

Seluma,Tuntasonline.com - Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pekerjaan Jalan Nanti Agung-Desa Baru Kabupaten Seluma Tahun 2013, Ketua DPRD Husni Thamrin Angkat Bicara Sisi Politis
,Selasa (04/9).

Untuk diketahui melalui Realise terkait perjalanan Kasus dugaan Korupsi yang menjerat Ketua DPRD Seluma Sebagai Berikut :

Pada Tahun 2013,Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seluma mempunyai pagu Anggaran untuk pekerjaan Jalan Nanti Agung-Desa Baru dengan pagu sebesar 1.280.000.000,paket pekerjaan tersebut dimenangkan oleh CV.EB Group dengan nilai Kontrak sebesar 1.264.000.000. Pada Proses Lelang CV.EB Group diwakili oleh Sdr Erlan sebagai wakil direktur serta seluruh berkas ditandatangani oleh sauadara erlan setelah lelang selesai dan CV EB Group dinyatakan sebagai pemenang Lelang selanjutnya saudara erlan melengkapi semua kelengkapan adminitrasi.


Pada Paket pekerjaan tersebut dimulai sauadara Erlan mengalihkan pekerjaan tersebut kepada sinandar nata kusuma atas persetujuan M Nasir selaku pemilik dan Direktur CV EB Group. Untuk melanjutkan pekerjaan tersebut M Nasir menunjuk Sinandar Nata Kusuma sebagai wakil Direktur mengantikan Erlan melalui surat Nomor : 011/EB/SK/2013 M Nasir mencabut seluruh berkas
paket pekerjaan Nanti Agung-desa Baru dan menganti wakil direktur Saudara Erlan kepada Sinandar Nata Kusuma. Setelah proses peralihan tersebut untuk selanjutnya sinandar Nata Kusuma melaksanakan paket pekerjaan Peningkatan Jalan Nanti Agung- Desa Baru sampai dengan selesai. Setelah Paket pekerjaan tersebut selesai selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Tim PHO
Dinas PU Kabupaten Seluma setelah dilakukan pemeriksaan Oleh tim PHO DPU Menyatakan paket pekerjaan tersebut dapat diterima dan seluruh pekerjaan dinyatakan sesuai dengan yang terkandung dalam kontrak.

Dalam Proses pekerjaan paket proyek jalan nanti agung-desa baru saudara erlan terus melapor ke reskrimsus polres seluma berkaitan dengan pekerjaan ini. Setelah pekerjaan selesai Erlan melaporkan paket pekerjaan tersebut ke polres seluma secara resmi dengan tuduhan paket pekerjaan tersebut dilakukan secara sembarangan dan terindikasi terjadi perbuatan tindak pidana
korupsi. Selain itu, Erlan menuduh bahwa ada keterlibatan saya (Husni Tamrin,Red) dalam paket pekerjaan tersebut.

Setelah selesai dikerjakan oleh Sinandar Nata Kusuma paket pekerjaan tersebut diaudit oleh BPK Perwakilan Bengkulu dengan muncul kelebihan pembayaran sebesar 12.860.000, dari hasil audit tersebut BPK Memberikan waktu selama 60 hari untuk mengembalikan kerugian negara, Kepala Dinas PU Menindaklanjuti dengan memerintah CV,EB Group mengembalikan kelebihan
pembayaran tersebut ke kas daerah Pemerintah Kabupaten Seluma dan disangupi oleh saudara Sinandar Nata Kusuma.

"Kuat Dugaan Kasus ini berupaya membunuh Karakter dan Memangkas karier Husni Tamrin dan Sahwat Politik Mufran Imron"

Pergulatan Politik Pileg 2014 dan Persaingan menjadi Ketua DPRD Seluma Priode 2014-2019

Pada tahun 2013 proses pencalegan di mulai saya dipanggil secara khusus oleh Mufran Imron ke kediaman pribadinya dijalan sukajadi kota bengkulu, Pada Pertemuan tersebut saya diminta mencalonkan diri pada Pemilihan Legeslatif 2014 melalui partai Gerindra. Pada saat itu saya sepakat dan menyangupi.Akan tetapi, beberapa hari kemudian saudara Mufron Imron memanggil
saya kembali dan mengatakan tidak jadi melalui partai Gerindra akan tetapi melalui Partai PKPI karena Beliau akan mengambil alih partai tersebut untuk kepentingan beliau menjadi wakil Bupati sisa jabatan 2010-2015, Pasca dilantiknya H.Bundra Jaya dari Plt Bupati menjadi Bupati Depinitif. Atas tawaran tersebut saya menyatakan belum menyatakan kesangupan dan saya
menta waktu untuk pikir-pikir terlebih dahulu. Setelah pertemuan tersebut beberapa waktu kemudian Mufron Imron dilantik menjadi wakil Bupati seluma sisa jabatan 2010-2015.

Seiring dengan waktu berjalan saya akhirnya memutuskan untuk mencalonkan diri melalui partai Nasdem. Karena menurut partai ini yang cocok dan sesuai dengan jiwa saya. Selain itu,Kekaguman saya atas tokoh Bapak Surya Paloh menjadi alasan terkuat saya mencalonkan diri dari partai Nasdem tahun 2014, atas keputusan ini Mufron Imron marah besar dan menyatakan saya
tidak tau terimakasih dan tidak tau diri. setelah itu Erlan dan Mufron Imron berkolaborasi untuk menghabisi karier Politik saya melalui kasus Nanti Agung- desa Baru tahun 2013 lalu yang sempat dilaporkan oleh suadara erlan ke Polres seluma. Pada 9 April 2014 saya terpilih menjadi Anggota DPRD Seluma paket Nanti Agung-Desa Baru semakin Heboh dan menjadi Topik
serta isu politik yang sangat ramai diperbincangkan. Atas Kemelut tersebut pihak Polda Bengkulu menarik kasus tersebut ke Polda Bengkulu dari Polres Seluma. Selanjutnya Reskrimsus Polda Bengkulu membentuk tim Teknis dari Unihaz yang diketuai oleh Jarwoto dan Jarwoto merupakan Rival dikarenakan dualisme pengurusan LPJK, Sedangkan Herawansyah merupakan Ketua LPJK
versi kementerian Pekerjaan Umum sedangkan jarwoto merupakan versi lain.selain itu, antara herawansyah dan Jarwoto juga terjadi konflik, akibat istri Jarwoto yang sebelumnya merupakan kabid di Dinas Pekerjaan Umum kabupaten seluma di depak keluar oleh Herawansyah. oleh karena itu, sudah diduga hasil audit Tim Tekhnis yang dibenuk reskrimsus Polda Bengkulu ini mengeluarkan audit yang sangat jauh berbeda dengan hasil audit BPK RI Perwakilan Bengkulu sebesar 12.680.000 sedangkan audit dari Tim Tekhnis pimpinan Jarwoto ini menemukan kelebihan pembayaran sebesar 444.809.617. Hasil audit tersebut selanjutnya diformalkan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Bengkulu. Pada Persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu para Terdakwa dari fim PHO yang terdiri dari Antariksa, 8T,Nopian Zori, ST, Arisman, ST, dan rendi Carlo, ST, Mengajukan audit Tim Tekhnis dari Universitas Bengkulu yang diketuai oleh Dr. Ciusta Gunawan, ST.MT. dari hasil audit tershut itemukan kelcbilhan bayar berkisar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta pial) dan ddikategorikan wajar karena audit dilakukan 1 Tahun kemudian.
 
Setelah saya terpilih menjadi anggota DPRD Kab. Seluma tahun 2014  terjadi Konfik yang luar biasa antara saya dan Mufran Imron, SE selaku Wakil  Bupati Seluma dikarenakan Partai NasDem menjadi pemenang Pemilu di Kab.Seluma dan berhak untuk menduduki posisi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Seluma. Saya salah satu kader NasDem yang berpeluang untuk menduduki kursi  Ketua DPRD Seluma tersbut. Melihat keadaan yang demikian ini,saudara Mufran Imron, SE menginginkan sudara Zetman, SE yang juga merupakan anggota DPRD terpililh dari partai NasDem sebagai ketua DPRD Kab. Seluma Periode 2014- 2019. Hal ini dikarenakan Zetman. SE merupakan mantan  sekretaris Mufran Imron,SE di pengurusan Provinsi Partai Pelopor pada pemilu sebelumnya. Selain itu Zetman,SE merupakan orang kepercayaan Mufran Imron.dalam menggurus proyek-proyek mufron imron.

oleh karena itulah Mufra Imron,SE sangat berkeinginan menjadikan Zatman sebagai ketua DPRD Kab.Seluma. Akan tetapi. Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem pada akhirnya mempercayakan jabatan Ketua DPRD Kab. Seluma 2014- 2019 Kepada saya (Dr.Husni 1hamrin, SHLMH) Hal inilah yang menyebabkan Mufran Imron, SE semakin marah besar dan menyatakan saya tidak akan lama menjabat sebagai Ketua DPRD dan akan memenjarakan saya dalam kasus paket pekerjaan Jalan Nanti Agung- Dusun Baru.


Pergulatan Politik Pilkada 2015 

Pada pertengahan tahun 2015 Perseteruan politik antara saya dengan Mufran Imron, SE semakin menjadi setelah H. Bundra Jaya, SI. MH (Bupati Seluma) menyatakan diri bergabung ke Partai NasDem. Hal ini dikarenakan Mufran Imron,SE pada saat itu sebagai wakil Bupati berkeinginan untuk menjadi  Bupati Seluma dan merasa yang berhak untuk menjadi Bupati Seluma periode 
2015-2021 adalah Mufran imron,SE dikaranakan yang melengserkan Bupati  sebelumnya H. Murman Efendi. SH.MH. maka menurut Mufran lmron, SE tidak  ada orang lain yang lebih berhak kecuali dirinya.Pergulatan politik antara saya dan Mufran Imron, SE semakin mejadikan pada saat pilkada Kabupaten Seluma Tahun 2015 saya merupakan ketua Tim Pemenangan H. Bundra Jaya. SH. MH dan Drs. Soeparto, M.Si Dimana pada saat tersebut Mufran lmron. SE juga merupakan calon Bupati
 berpasangan dengan Gustianto. Dalam periode proses pilkada tahun 2015 ini saya kembali digoyang dan kembali dikait-kaitkan dalam kasus ini. Walaupun dalam  keadaan demikian, alhamdulilah saya tetap dapat konsentrasi untuk memenangkan
 H. Bundra Jaya. SH.MH dan Drs. Soeparto. M.Si dan pada akhirnya mampu mengantarkan kemenangan bagi pasangan ini dengan posisi saya sebagai ketua Tim.

AROGANSI HERWANSYAH DAN KETERSINGGUNGAN POLISI

Pada saat saya telah terpilih dan belum dilantik menjadi anggota dan Ketua DPRD Kabupaten Seluma Herwansyah yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seluma Secara tiba-tiba merapat dan mengakrabkan diri kepada saya. Hal ini dikarenakan beliau mengtahui bahwa saya  merupakan calon kuat Ketua DPRD Kabupaten Seluma.


Pada saat yang bersamaan proses laporan Erlan terhadap paket pekerjaan jalan Nanti Agung Dusun Baru di Polres Seluma terus bergulir. Dikarenakan menurut Herawansyah kasus tersebut adalah politis dikarenakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indoresia Perwakilan Bengkulu telah keluar dan kelebihan bayar telah dikembalikan ke kas daerah. dikarenakan hal ini, Herwansyah melakukan perlawanan dengan melaporkan Kapolres Seluma pada saat itu AKBP Lumban Gaol. S.Ik. Kasat intel. dan Reskri Polres Seluma ke Propam Polda Bengkulu. Propam Mabes Polri. dan lain-lain Akibat laporan Herwansyah ini Kapolres Kasat lntel, dan Penyidik reskrimsus Polres Seluma di Proses etik dan mendapatkan sanksi. Hal inilah yang penyebab ketersinggungan polisi dan akhimya melakukan perlawanan terhadap Herwansyah. Akhirnya kasus paket Jalan Nanti Agung- Dusun Baru diambil alih oleh Direskrimsus Polda Bengkulu.

Ketersinggungan dan Ancaman Herwansyah
 

Setelah melalui proses hukum dan akhirnya di tahun pada tahun 2016 yang lau dengan status tersangka, sudara herawansyah menitipkan pesan kepada  saya melalui utusannya. Pesan tersebut agar disampaikan juga kepada Bupati  Seluma H. Bundra Jaya. SH.MH yang isinya meminta agar Bupati Seluma menyiapkan sejumlah uang yang akan digunakan untuk biaya hidup yang 
bersangkutan selama di Penjara, biaya hidup keluarga yang ditinggalkan dan biaya pengacara serta biaya-biaya lainnya yang jumlahnya mencapai ratusan juta  rupiah. Pesan tersebut tidak saya sampaikan ke Bupati Seluma dikarenaka Saya 
bingung ingin menyampaikannya bagaimana. Herwasnyah beralasan Bupati Seluma juga harus bertanggungjawab dikarena yang meminta beliau menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seluma Tahun 2013 sd 2014 adalah H.Bundra Jaya, SH.MH yang saat iu menjabat sebagai Bupati Seluma. Sedangkan dengan saya Herawansyah merasa bahwa dikarenakan ingin menolong saya maka dia masuk dalam kasus ini.

Ketersinggungan Herawansyah ini menyebabkan pada saat beliau bersama adiknya H. Hilman Asasi, SH. MH (yang merupakan Kepala Kejaksaan Negeri dilingkungan kejaksaan Agung) balik menyerang saya dalam kasus ini engan melapor ke mana-mana. Seperti Kapolda. Propam Polda, Irwasda,Wasidik Mabes Polri, Kapolri, Presiden, Kejaksaan Agung, KPK, da lain-lain.
Selain itu, Herawansyah dan adiknya H. Hilman Asasi, SH.MH juga intens mendatangi reskrimsus Poldsa Bengkulu. Hal ini tentunya sangat membuat pusing penyidik reskrimsus Palda Bengkulu.


PUTUSAN PENGADILAN SINANDAR NATA KUSUMA YANG TCLAH
INCRAHT DAN MENYATAKAN DR. UsNI THAMRIN, SH. MH TIDAK
ERLIBAT DALAM KASUS JALAN NANTI AGUNG-DUSUN BARU

Dikaitkanya saya dalam kasus Jalan Nenti Agung- Dusun Baru tahun 2013 dikarenakan dalam keterangannya Sinandar nata Kusuma Selaku Kontraktor yang mengerjakan paket pekerjaan tersebut mengaku bahwa diringa hanya disuruh oleh saya untuk mengerjakan paket pekerjaaan tersebut, sedangkan semus uang serahkan kepada saya. Akan tetapi purnayataan tersebut tidak terbukti. Hal Lain dapat dilihat dari Putusan Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi Nomor 4/Pid.Sus-TPK/2016/PT.BGL. dengan terdakwa SINANDAR NATA KUSUMA pada pertimbangan hukumnya halaman 70 (paragrap akhir) dan halaman 71
(Paragrap awal), yang menyatakan :


"Bahwa setelah Majelis Hakim Tindak Pidana Tipikor tingkat banding memperhatikan dengan seksama baik bukti-bukti, telah terbukti bahwa bukti serta fakta-fakta hukum dalam perkara ini semua uang yang ditansfer ke rekening Bank Bengkulu Cabang pembantu
 Tais Nomor: 303. 01.07.004000-7 atas anama CV. EB Group/ SINANDAR NATA KUSUMA (Terdakwa) sebagai wakil direktur telah dicairkan oleh terdakwa, sedangkan keterangan Terdakwa yang menyatakan, bahwa uang  yang telah Terdakwa cairkan tersebut semuannya telah Terdakwa serahkan kepada Husni Tahmrin, SH, MIH dan Terdakwa hanya menerima uang sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) sebagai upah Terdakwa selama 2 (dua) bulan yang ditugasi mengawasi proyek jalan yang dijanjikan oleh Husni Thamrin, SH.MH. ternyata tidak didukung oleh bukti-bukti yang syah  menurut hukum, dan hal tersebut Terdakwa dapat melakukan tuntutan  hukum dikemudian hari terhadap Husni Thamrin, SH.MH., Sehingga berdasarkan pertimbangan diatas, Mejelis Hakim Tindak Pidana Korupsi tingkat Banding berpendapat, bahwa Terdakwa telah memperoleleh harta atau uang sebesar Rp. 432. 802.719,68 (empat ratus tiga puluh dua juta delapan ratus dua ribu tujuh ratus sembilan belas ribu rupiah enam puluh delapan sen) dari tindak pidana yang telah dilakukan oleh Terdakwa tersebut"

.Putusan tersebut diatas telah diterima oleh terdakwa dan pada saat ini terdakwa telah hampir selesai menjalani hukum pidana atas putusan tersebut.Sedangkan untuk 7 (tujuh) terpidana lainnya telah selesai menjałani hukuman,yaitu Herwansyah selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Achmadin. ST. Selaku KPA, Wardaya Selaku PPTK. Antariksu. Brendi Carlo, Arisman, dan Nopian Zori
selaku Tim PHO. Kesemuanya pada saat ini telah selesai menjalani hukuman dan kesemuanya telah beraktititas kembali sebgai Aparatus Sipil Negara. (Dody)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size