Skip to main content
Suasana Persidangan
Suasana Persidangan

Terkait Kasus Dirwan, Gusnan Disebut 'Ban Serap'

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Terkait Kasus Suap Proyek yang menjerat Bupati Bengkulu Selatan Non Aktif Dirwan Mahmud, Pengadilan Negeri Kelas II A Bengkulu menggelar Sidang Lanjutan Terdakwa Jauhari alias Jukak dengan Agenda Mendengarkan Keterangan saksi Gusnan Mulyadi (Plt Bupati Bengkulu Selatan) dan 3 lainnya. 

 

Sidang ini dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim Joner Manik, serta Anggota Gabriel Siallagan dan Rahmat serta Bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zainal Abidin.


Berdasarkan agenda Persidangan, kali ini Majelis Hakim memanggil 10 saksi yang terbagi dalam dua sesi, namun yang paling menyita perhatian adalah hadirnya 4 saksi antara lain :
1. Gusnan Mulyadi (Plt Bupati Bengkulu Selatan) 
2. Silustero (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bengkulu Selatan (PUPR))
3. Ari (Sopir Silustero (Kadis PUPR Bengkulu Selatan) 
4. Nurhadi (Swasta).

 

Dari Pertanyaan yang dilontarkan Majelis Hakim dan JPU ke Saksi Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, Gusnan menjelaskan dibawah sumpah bahwasannya dirinya tidak mengetahui apapun terkait urusan Pemerintahan, Soal Proyek dan lainnya. 

 

"Berarti Anda disini sebagai Ban Serap, saya tidak merasa puas dengan jawaban anda" ujar Hakim Anggota Gabriel Siallagan. 

 

Dari pertanyaan yang terlontar, TuntasOnline.Com memaparkan sedikit fakta sebagai berikut :
1. Hubungan Gusnan Mulyadi dengan Dirwan Mahmud, Gusnan tidak terlibat dalam mutasi, promosi, proyek, dan lainnya. 
2. Pengumpulan dana kampanye pada Pemilukada pada Saat Dirwan-Gusnan mencalonkan diri, berasal dari calon, simpatisan dan tercatat.
3. Pada saat selesai Pelantikan Tidak Ada Rapat dengan OPD mengenai 100 Hari Kerja
4. Proyek dikuasai keluarga/sanak Family Bupati Non Aktif Dirwan Mahmud
5. Fungsi Gusnan hanya sebagai pengontrol serta penyampaian hal-hal yang pengerjaan tidak selesai kepada Bupati
6. Bengkulu Selatan telah lama mengenal fee proyek
7. Gusnan Tidak mengetahui pengisi tatanan kabinet Pemerintahan secara menyeluruh
8. Barang ASN yang menjadi Timses Dirwan akan mendapat jabatan serta setiap pengusaha/Swasta mendapat jabatan/proyek.

 

Saat Majelis Hakim melontarkan pertanyaan apakah ada Kordinasi dari Kontraktor yang mengeluh, menyampaikan hal tertentu kepada Gusnan Mulyadi. Gusnan berdalih tidak ada karena dirinya tidak mempunyai arti penting. 

 

"Percuma ngomong dengan saya pak, dan saya tidak pernah mendengar keluhan mereka" ujarnya saat ditanya. (ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size