Skip to main content
Pengamat Politik Kota Bengkulu Azhar Marwan
Pengamat Politik Kota Bengkulu Azhar Marwan

Pleno KPU Digugat, Azhar : Tahan Diri dan Tunggu Putusan MK

Bengkulu, Tuntasonline.com - Digugatnya Pleno KPU Kota Bengkulu pada Rabu Kemaren (04/07), menambah panjang daftar rangkaian Pilwakot 2018 pasalnya Putusan KPU dilimpahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam hal ini Pengamat Politik ternama Azhar Marwan menghimbau seluruh lapisan masyarakat Bengkulu untuk menahan diri dan menunggu putusan MK. 

Hal ini dijelaskannya pada saat dikonfirmasi pada Kamis sore (05/07). Sebelumnya ia menjelaskan digugatnya pleno penetapan KPU harus lanjut ke Mahkamah Konstitusi dan tidak diterimanya putusan KPU Kota Bengkulu merupakan hak Pasangan Calon Pilwakot 2018.

"Penetapan paslon lanjut ke MK, menerima atau tidak menerima hasil pleno kpu terhadap hasil perhitungan suara untuk menetapkan siapa pemenang merupakan hak paslon sesuai dengan UU" pungkasnya. 

Beliau menambahkan bahwasannya diterima atau tidaknya gugatan ke MK ini nantinya akan menambah panjangnya proses Pilwakot, namun Keputusan dari MK nantinya akan menjadi putusan final yang akan menentukan nasib Bengkulu 5 Tahun kedepan. 

"Maka penetapan siapa yang menjadi pemenang akan ditentukan oleh MK, seandainya gugatan itu diterima.  Sebab bisa jadi dua kemungkinan gugatan itu ditolak sebelum proses sidang di MK,  bisa juga lanjut atau diterima serta masuk dalam agenda persidangan" jelasnya.

"Putusan inilah nanti yang menjadi final tentang paslon mana yang dinyatakan oleh MK sebagai pemenang walikota dan wakil walikota Bengkulu lima tahun ke depan" tegasnya. 


Terlepas dari itu semua Azhar Marwan menjelaskan dirinya mengajak serta menghimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Bengkulu maupun pendukung serta pengusung Paslon Pilwakot untuk tetap menahan diri dan tetap kooperatuf menunggu dan menerima putusan MK nantinya. 

"Oleh karena itu kembali lagi kita ingatkan masing-masing pihak yaitu pengusung maupun pendukung untuk tetap menahan diri. Inilah bentuk penegakan demokrasi di negeri ini" tutupnya. 

 

Dikutip dari salah satu media berita online Bengkulu, perolehan suara yang direkap KPU Kota Bengkulu tersebut masih belum bisa diterima oleh saksi dari Paslon nomor 4 yang, menolak hasil Pleno tersebut. Pasalnya saksi Paslon nomor 4 tersebut akan menempuh jalur gugatan ke Mahkama konstitusi (MK) lantaran, mereka menngatakan adanya dugaan pelanggaran di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu,

“Dari informasi yang kita terima, ada C6 yang tidak sampai ke masyarakat, ada satu TPS yang tidak menerima C6 saat pencoblosan, ada juga form C7 yang tidak di isi KPPS. Selain itu C1 yang tidak sinkron dengan DPT. Kemudian diduga ada pelanggaran lain tidak ada kode kotak suara,” kata Jheky Aryanto, saksi sekaligus Kuasa Hukum Linda-Mirza ini, Rabu 4 Juli 2018.(ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size