Skip to main content
This block is broken or missing. You may be missing content or you might need to enable the original module.

Warga dan Pelajar Butuh Perbaikan Jembatan

Bengkulu, tuntasonline.com  -  Sudah semestinya para pelajar berangkat ke sekolah untuk menimba ilmu dengan perasaan nyaman dan aman. Namun hal itu tidak bisa dirasakan oleh beberapa pelajar dan warga yang membutuhkan pembangunan Jembatan di Jalan Merpati 2 RT 20 Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu. 

Pasalnya beberapa pelajar ini untuk berangkat ke sekolah harus menyeberangi jembatan gantung yang sudah tak layak. Mereka harus berhati-hati untuk melangkah di jembatan gantung tersebut, karena jika salah sedikit mereka bisa tergelincir dan masuk ke dalam sungai yang berada di bawahnya. 

Jembatan tersebut sangat jauh dari kata layak. Karena jembatan yang memiliki panjang sekitar 150 meter ini beberapa kayu yang menjadi lantainya sudah banyak yang lepas bahkan kayu yang masih terpasang ada yang sudah lapuk. Hal ini mengharuskan para pelajar yang menyeberangi jembatan ini harus memegang kuat tali penyangga agar posisi mereka tetap seimbang. 

Kondisi ini sangatlah memprihatinkan, padahal jembatan yang telah berusia puluhan tahun ini adalah jalan penghubung warga Merpati 2 Rawa Makmur untuk ke Tanjung Agung. Dikatakan salah seorang warga sekitar jembatan, Jauhari setiap hari jembatan ini digunakan beberapa pelajar untuk ke sekolah. 

"Setiap hari anak-anak disini berangkat sekolah melewati jembatan ini. Mereka melewati jembatan untuk mempersingkat waktu dan irit ongkos. Karena kan mereka sekolah di SMPN 10 Kelurahan Semarang yang kalau mereka tidak melewati jembatan mengharuskan mereka naik angkot 2 kali", kata Jauhari. 

Jembatan gantung yang berada tepat disebelah kandang sapi ini, jika memasuki musim hujan sangat ngeri untuk dilewati. Karena air sungai meluap sampai ke lantai jembatan.  Dan menurut Jauhari, beberapa waktu yang lalu ada seorang pelajar yang tergelincir dari jembatan tersebut. Beruntung pelajar tersebut tidak terseret arus sungai dan cuma mengalami luka ringan. 

Menurut Jauhari, jembatan gantung ini sudah 2 tahun mengalami rusak berat. Tetapi selama itu tidak ada perhatian dari pemerintah untuk membantu memperbaiki jembatan ini.

"Kami sangat berharap Pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi jembatan ini, dan juga pemerintah bisa membantu memperbaiki jembatan gantung ini. Apalagi jembatan ini biasa dipakai para pelajar untuk pergi ke sekolah. Jangan sampai menelan korban terlebih dahulu baru pemerintah turun tangan", demikian harap Jauhari.

Ketika Mengkomfirmasi Via Whatsapp Kadis PUPR Kota Bengkulu Syafriandi mengatakan Kabid Bina Marga Kita sudah turun kelokasi dan mengecek langsung kondisi jembatan akan tetapi warga menolak diperbaiki akan tetapi warga meminta jembatan baru, jangan seolah-olah pemerintah tidak tanggap, jika bolehkan akan diperbaiki segera terimakasih.

"kabid BM sudah turun ke lokasi...sekitar bulan februari lalu ketika hendak di perbaiki ada oknum masyarakat tdk mau di perbaiki ttp mengingankan jembatan baru..jadi jgn seolah2 pemerintah tdk tanggap....jika di perbolehkan akan kita perbaiki segera...mks."Ujar Andi.(cw2)

This block is broken or missing. You may be missing content or you might need to enable the original module.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size