Skip to main content
Korban Yuli Setiawati dan suami korban Muhammad Rozalli
Korban Yuli Setiawati dan suami korban Muhammad Rozalli

Pasca Pemukulan, Yuli Setiawati Masih Mengalami Trauma

Bengkulu, tuntasonline.com -  Dampak pemukulan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 21, Supriyatno terhadap Yuli Setiawati guru mata pelajaran IPA di SMPN 21 pada hari Kamis (22/2/2018) lalu masih  dirasakan korban sampai saat ini, Yuli mengaku sampai saat ini ia masih mengalami trauma dan syok.

Bahkan menurut ibu 3 orang anak ini tadi malam dirinya tidak bisa tidur dikarenakan merasa mual dan sakit dibagian pinggang. "Baru terasa sekarang sakitnya (pinggang), karena pas kejadian kita fokusnya ke mata yang kena bogem. Setelah dilihat ternyata juga ada bekas tendangan pelaku di pinggang saya", ujar Yuli, Sabtu (24/2/2018). 

Yuli mengaku dirinya masih trauma dan merasa psikologis nya terganggu karena penganiayaan ini,Dia meminta pelaku dihukum seadil-adilnya karena ia merasa dilecehkan dan direndahkan dimata anak didiknya.

"Saya merasa sangat dilecehkan apalagi sata di tarik paksa, dipukul dan ditendang di depan anak-anak saya. Walaupun luka fisik ini bisa hilang tapi luka dihati akan tetap membekas", katanya. 

Yuli sudah mengajar selama 12 tahun di SMPN 21 dan pelaku Supriyatno sudah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 21 selama 4 tahun belakangan ini. Supriyatno juga merupakan guru Yuli (korban) semasa Yuli SMP dulu.

"Dia merupakan guru saya ketika saya sekolah di SMP 5, dan selama dia menjadi guru saya dia memang sedikit tempramen terhadap siswa", lanjut Yuli. 

Lanjut Yuli mengatakan bahwa sudah ada panggilan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu kepada dirinya untuk dimintai keterangan, tetapi dia tidak bisa hadir dikarenakan kondisi dirinya masih sakit dan trauma, Namun dirinya mengakui sudah ada perwakilan dari Dinas DikBud Kota menjenguk dan melihat keadaan dirinya dirumah. 

Menurut suami korban, Muhammad Rozalli sampai saat ini belum ada permintaan maaf dari pihak pelaku. "Belum ada sama sekali ektikad baik dari pelaku, mungkin saja dia tidak ingin berbaikkan dengan kami", ucap Rozalli. 

suami korban

Rozalli menambahkan pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum karena istrinya (korban) telah menjalani visum di RSUD M Yunus Bengkulu serta telah membuat laporan ke Polsek Gading Cempaka.

"Kita baru saja pulang dari Polsek Gading untuk pengambilan BAP dari saksi-saksi. Dan apapun hasilnya kita akan tetap menempuh jalur hukum", terangnya. 

Terakhir Rozalli berharap pelaku di proses hukum dan mendapatkan hukuman seberat-beratnya. "Selama 12 tahun kami menikah, saya belum pernah memukul istri saya. Nah ini tiba-tiba Supriyatno (pelaku) memukul istri saya dengan brutal dan tanpa belas kasihan. Seharusnya sebagai Kepala Sekolah dia bisa memberikan contoh perilaku yang baik untuk Guru dan siswa bukan malah bersikap layaknya preman seperti ini", demikian Rozalli. (cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size