Skip to main content
Yuli Setiawati korban pemukulan kepala sekolah
Yuli Setiawati korban pemukulan kepala sekolah

Ini Dugaan Kronologis Pemukulan Guru Ipa SMPN 21

Bengkulu, tuntasonline.com - Telah terjadi pemukulan dan penganiayaan oleh Kepala Sekolah SMPN 21 Kota Bengkulu terhadap salah seorang guru mata pelajaran IPA yang juga berstatus guru di SMPN 21 tersebut,Pemukulan ini terjadi pada Kamis, 22/2/2018 sekitar jam 11.00 siang di depan laboratorium IPA SMPN 21 Bengkulu.

Kejadian ini bermula ketika Kepala Sekolah Supriyatno S.Pd memanggil Yuli Setiawati (korban)  untuk menghadap dirinya pada Kamis pagi. Tetapi dikarenakan Yuli (korban)  pada saat itu masih mengawas ujian praktek IPA di laboratorium IPA, maka Yuli belum bisa menemui Kepala Sekolah Supriyatno di ruangannya.

Dikarenakan panggilannya tidak dipenuhi, Supriyatno menjadi marah,Lantas Supriyatno masuk ke dalam ruangan laboratorium IPA dan disanalah Supriyatno membentak serta menarik paksa Yuli Setiawati untuk keluar dari laboratorium IPA.

"Dia langsung masuk ke ruangan laboratorium dan membentak istri saya. Bahkan dia sempat berkata ,bubarkan saja ujian praktek ini". Setelah itu istri saya ditarik paksa untuk keluar dari laboratorium kemudian di depan laboratorium tersebut Supriyatno menarik kerah baju dan mendorong istri saya hingga jatuh setelah itu dia meninju mata sebelah kiri bagian pelipis atas sehingga istri saya terjatuh lagi", ungkap Muhammad Rozalli suami dari Yuli Setiawati.

Diceritakan Rozalli, istrinya Yuli dan Helen yang juga merupakan guru IPA di SMPN 21 diminta untuk mengajukan proposal pembelian alat dan bahan untuk ujian praktek IPA berupa 4 kertas lakmus untuk menguji asam basah,Tetapi yang dipenuhi cuma 2. Bendahara tersebut beralasan alat tersebut habis stok di toko, Merasa bahan ini kurang Yuli mengajukan permohonan kembali kepada Bendahara tetapi Bendahara berujar supaya Yuli membeli dengan uang pribadi yang nantinya uang tersebut akan diganti pihak sekolah.

Menurut Rozalli kemungkinan pemukulan itu terjadi karena ada kesalahpahaman antara Yuli dan Supriyatno,Diterangkan Rozalli kejadian ini bermula ketika istrinya Yuli (korban) meminta uang ganti atas pembelian alat praktek ujian IPA kepada Bendahara Sekolah yang sebelumnya dibeli menggunakan uang pribadi oleh Yuli.

"Istri saya meminta uang ganti kepada Bendahara tetapi dipersulit oleh Bendahara sehingga timbul cekcok sedikit,Akhirnya uang tersebut diganti oleh Bendahara tetapi waktu itu Bendahara tersebut menangis. Kemungkinan Bendahara itu mengadu kepada Kepala Sekolah sehingga Kepala Sekolah memanggil istri saya dan terjadilah pemukulan tersebut", terang Rozalli.

Ditambahkannya, sampai saat ini belum ada permintaan maaf dari Kepala Sekolah Supriyatno atas kejadian ini,"Walaupun nanti dia meminta maaf tapi kasus ini akan tetap saya teruskan di jalur hukum karena kita telah buat laporan di Polsek Gading", katanya.

wartawan tuntasonline.com meminta konfirmasi dari Polsek Gading Cempaka tapi sayang Kapolsek maupun Kanit Reskrim sedang tak berada ditempat,Namun salah seorang staf Polsek Gading Cempaka, Bripda Dwi Wulandari membenarkan adanya laporan dari korban terhadap pemukulan oleh Kepala Sekolah tersebut.

"Benar kemarin ada laporan tapi untuk lebih lanjutnya langsung hubungi Kapolsek saja ya mas", ujarnya.

Dari pantauan media ini, keadaan Yuli Setiawati saat ini masih dalam keadaan syok dan sakit dibagian kepalanya yang terkena pukulan. (cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size