Skip to main content
Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti, MM
Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti, MM

Berkelakuan 'Koboi' Kepsek Mengaku Khilaf

Bengkulu, tuntasonline.com -  Oknum Kepala Sekolah SMPN 21 Kota Bengkulu, Supriyatno yang melakukan penganiayaan dan pemukulan terhadap salah seorang guru mata pelajaran IPA SMPN 21, Yuli Setiawati telah dipanggil dan menghadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu pada Jum'at (23/2/2018). 

Selama sekitar 2 jam, Supriyatno berada diruangan Kadis Dikbud Kota Bengkulu untuk dimintai keterangannya oleh Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti, MM. 

Setelah dimintai keterangan oleh Kadis, Supriyatno enggan berkomentar banyak kepada awak media. Dia beralasan semua data sudah ada sama Kadis DikBud.

"Untuk masalah ini, ambil hikmahnya saja", katanya singkat. 

Menurut Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti MM berdasarkan pengakuan Kepala Sekolah pemukulan itu terjadi karena tidak terkendali emosi.

"Kepala Sekolah mengakui dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Nantinya kita akan panggil semua baik korban, kepala sekolah maupun saksi untuk diadakan mediasi", kata Rosmayetti. 

Ketika ditanyai awak media apakah Kepala Sekolah akan tetap berdinas, Rosmayetti belum bisa memastikan hal tersebut.

"Sejauh ini kita masih mengumpulkan data yang jelas kasus ini akan kita laporkan ke pemerintah Kota Bengkulu", ujarnya. 

Sekdiknas

Ditempat yang terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Firman Jonaidi S.Pd mengatakan bahwa Kepala Sekolah tersebut khilaf melakukan pemukulan itu.

"Dia memagku khilaf dan menyesal atas perbuatannya. Kita juga belum bisa memberikan sanksi tegas dikarenakan kita ingin meminta keterangan dari Yuli Setiawati (korban) yang hari ini tidak bisa hadir dikarenakan masih sakit dan syok", kata Firman. 

Ketika wartawan tuntasonline.com melakukan pengecekan ke SMPN 21, pihak sekolah seakan menutupi kasus tersebut.

"Kurang tahu mas, karena kemarin saya tidak melihat kejadian tersebut", kata salah seorang guru. 

Namun menurut salah seorang murid SMPN 21 yang namanya tak mau disebut berujar bahwa kejadian tersebut membuat geger suasana belajar di SMPN 21 kemarin.

"Kami lagi ujian praktek di laboratorium bang, tibo-tibo pak Kepsek masuk marah-marah udem tu narik ibu Yuli keluar, nah udem tu pak Kepsek langsung ninju mato Ibu Yuli bang. Selesai itu pak Kepsek langsung lari ninggalkan bu Yuli", demikian keterangan siswa tersebut. (cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size