Skip to main content
 Antoni Razendra alias Toni (44) warga kelurahan Pasar Bhayangkara kecamatan Talang Ubi
Antoni Razendra alias Toni (44) warga kelurahan Pasar Bhayangkara kecamatan Talang Ubi

Oknum Pejabat PT.MHP Lakukan Pengeroyokan, Akui Lahan Warga Miliknya

PALI,To.com - Sudah jatuh di timpah tangga itu lah pepatah yang tepat untuk sebutan atas kejadian nama Antoni Razendra alias Toni (44) warga kelurahan Pasar Bhayangkara kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI ,Bagai mana tidak karena pihak perusahan telah merampas tanahnya dan melakukan pengeroyokan atas dirinya.

Toni seseorang pengusaha kayu yang tinggal dibayangkara kacamatan talang ubi ini mengalami pengeroyokan pada tanggal 12 februari 2016 lalu yang dilakukan oleh 4 oknum pejabat PT Musi Hutan Persada (MHP)  salah satunya berinisial AU.

Dikatakan Toni kepada sejumlah awak media Kamis, (15/02) bahwa kejadian bermulah ketika ia sedang berada di kebun karet miliknya tiba-tiba datang lah ke empat pejabat perusahan PT MHP Tersebut.

" waktu tanggal 12 itu aku lagi di kebon karet itu tiba-tiba datang  orang mhp dan dio langsung menyebutkan kau lah yang namo toni pereman itu dan rombongan itu langsung melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan luka lebam di leher dan bibir ku pecah " Kata Toni sembari menunjukan bukti  visum dari RSUD PALI.

Masih kata korban pengeroyokan ini  ,Waktu aku di keroyok dan dipukul oleh  beberapa orang yang menggunakan pistol dan  seragam mhp ini waktu itu satu dari mereka mengklaim bahwa aku telah menyerobot tanah pt mhp.

" empat orang pejabat mhp itu datang ke pondok kebun karet ku dan satu diantara orang empat itu menyebutkan bahwa aku telah mengambil tanah mhp padahal jelas sekali bahwa pihak mhp lah yang mengambil tanah ku ,Karena aku mempunyai surat jual beli dari Zainudin dan pemilik tanah pertama itu mempunyai surat tahun 80 an sedangkan pihak perusahan tidak punya surat hak atas tanah " Ujar Korban pengeroyokan ini sambil menunjukan surat jual beli yang sudah dilegalitas notaris Pejabat pembuat akta tanah.

 

Atas kejadian itu korban Toni telah melayangkan pengaduan ke jajaran hukum polsek talang ubi tertanda Nomor LP/B-1/40/II/2016/Res M.Enim /Polsek TL.Ubi ,Namun Korban Pengeroyokan bernama Toni ini mempertanyakan kepada pihak penegak hukum kenapa sudah hampir 2 tahun dilaporkan namun sampai sekarang hanya dipanggil saja padahal bukti kepemilikan tanah visum dan dan saksi sudah lengkap.

" Saya sebagai korban menanyakan kepada penegak hukum apakah benar pepatah mengatakan hukum itu tajam kebawah dan tumpul ke atas ,Kalau pun tidak maka saya berharap kepada penegak hukum agara cepat memproses dan menangkap pelaku pengeroyokan yang terjadi pada ku " Harap Toni Dengan lantang dan tegas.

Atas adanya kejadian itu Tuntasonline.com mencoba men konfirmasi kapolres muara enim AKBP Leo Andi Gunawan namun sayang via telpon tidak ada jawaban ,ketika di konfirmasi salah satu anggota kepolisian Polres Muara Enim yang tidak ingin disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa kasus yang menimpa Antoni sudah diproses. Bahkan, berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri belum lama ini.

“Berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan Negeri, pelaku juga sudah dipanggil, jadi tunggu saja,” singkatnya ketika dihubungi via telpon. (Anelka)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size