Skip to main content
Tim Medis Puskesmas Rengasdengklok melakukan pemeriksaan terhadap PSK yang sedang Mangkal.
Tim Medis Puskesmas Rengasdengklok melakukan pemeriksaan terhadap PSK yang sedang Mangkal.

Banyak Pendatang Baru, Puskesmas Rengasdengklok Kesulitan Deteksi Penyebaran Virus HIV

Karawang, Tuntasonline.com - Tim medis Puskesmas Rengasdengkok mengaku kesulitan untuk mendeteksi jumlah penderita HIV AIDS pada wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kecamatan Rengasdengklok, yakni di Pos Banjir Desa Kertasari dan Cikelor Desa Amansari, di sebabkan banyaknya pendatang baru yang mengisi kawasan Prostitusi tersebut.

Berdasarkan data hasil cek kesehatan yang dilakukan tim Medis Puskesmas Rengasdengklok, selasa (9/1/18) di dua lokasi tempat mangkal para PSK, Dari 20 PSK yang di test HIV AIDS, 3 orang dinyatakan positiv terkena virus HIV AIDS.

Nana Sujana, salah seorang Tim medis mengatakan, mengaku kesulitan mendeteksi jumlah PSK yang mengidap virus HIV.

Pasalnya, setiap dilakukan pengecekan darah pertiga bulan, penghuni Cikelor dan Pos Banjir selalu di huni oleh muka baru, begitu juga PSK yang dinyatakan positif terkena HIV AIDS,

"Setiap 3 bulan sekali kita mengadakan operasi untuk mengecek para PSK, khawatir ada yang positif kena virus ganas ini, dan terbukti ada 3 orang yang positif, namun dari ke-3 PSK yang positif ini selalu saja muka-muka baru, sedangkan yang lalu dan belum sempat terobati sudah pindah lagi," katanya.

Dengan munculanya muka baru, tambahnya, menyulitkan petugas medis untuk mensterilkan virus HIV AIDS.

terangnya, untuk mengobati virus ganas tersebut tidak bisa sekaligus, namun harus secara berkala. Sedangkan PSK yang dinyatakan positif 3 bulan sebelumnya sudah tidak berada ditempat.

"Padahal kita mau mengobati para PSK yang posItif kena HIV, namun PSK tersebut sudah pada pindah, sedangkan yang positif hasil dari operasi kita saat ini PSK baru," ujarnya.

Terpisah, Gandhi (40) warga Desa Kertasari mengatakan, kalau di pos banjir wanita penghibur memang sudah menjadi habitatnya, namun tidak menetap, hanya sebagai transit. Sehingga sulit untuk diketahui berapa jumlahnya.

Hal tersebut dikarenakan kondisi jalan yang tidak beraturan. Apa lagi saat musim hujan, jangankan kendaraan,untuk berjalan kaki pun sulit untuk masuk ke lokasi warung tempat nongkrongnya wanita penghibur tersebut.

"Karena itulah para penghuninya tidak menetap," pungkasnya.(sule)

Facebook comments