Skip to main content
Walikota Bengkulu Helmi Hasan menyambut langsung tim survey yang dipimpin oleh Tulus Setiono dan Dr. Widayanto di RSUD kota
Walikota Bengkulu Helmi Hasan menyambut langsung tim survey yang dipimpin oleh Tulus Setiono dan Dr. Widayanto di RSUD kota

RSUD Kota Rasa Bintang Lima, Siap Diakreditasi

Kota Bengkulu – Gaung Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bengkulu sebagai rumah sakit dengan pelayanan rasa hotel Bintang Lima terus mendapat respon dari berbagai kalangan. Bahkan tim survey akreditasi progsus versi 2016 pun turun langsung untuk melakukan penilaian. Walikota Bengkulu Helmi Hasan menyambut langsung tim surveyyang dipimpin oleh Tulus Setiono dan Dr. Widayanto di RSUD kota pada Selasa (23/08). Penilaian berlangsung dari 23 Agustus hingga 24 Agustus 2016.

Ada 4 pokok kerja yang menjadi penilaian tim akreditasi yakni Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan Kualifikasi Pendidikan Staf (KPS). Walikota Helmi mengatakan bahwa diakhir tahun 2016, kantor Walikota sepenuhnya akan menjadi kompleks RSUD kota Bengkulu. “Insyaallah RSUD ini akan dinamakan RSUD Fatmawati Soekarno,”ujarnya. Jika terwujud rencana tersebut maka pemerintah kota akan mendukung penuh untuk melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit.

Walikota Helmi terus mengingatkan agar seluruh karyawan dan tenaga medis di RSUD kota untuk memberikan pelayanan prima dan terbaik. “Sambut warga dan pasien yang berobat disini dengan hati tulus dan senyuman seperti pelayanan di hotel yang berbintang lima,” paparnya. Walikota pun mengapresiasi seluruh kinerja dan kekompakan seluruh elemen karyawan dan karyawati rumah sakit. 

Sementara itu, Direktur RSUD kota Bengkulu Lista Cerlyviera mengatakan bahwa rumah sakit kota berdiri terinspirasi dari beberapa faktor. Salah satunya dalah dorongan nasonalis dimana kota Bengkulu yang notabene adalah tanah kelahiran Ibu negara pertama Indonesia Fatmawati. Ibu Fatmawati sebagai putri Bengkulu telah memberikan sumbangsih besar bagi negara yaitu menjahit bendera pusaka Merah Putih sebagai bendera negara. Ironisnya, tanah kelahiran sang Ibu negara tidak mempunyai rumah sakit. “RSUD ini berdiri sebagai bentuk rasa terima kasih atas perjuangan Ibu Famawati,”tandasnya. 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size